Tegang dengan Iran, AS Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah

Tegang dengan Iran, AS Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah

Global | okezone | Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:21
share

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan setidaknya satu kapal induk ke Timur Tengah, demikian laporan Fox News yang mengutip sumber militer anonim. Laporan ini muncul menyusul ancaman dari Presiden Donald Trump terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.

Sebagaimana diberitakan, Iran dilanda protes massal sejak akhir Desember di tengah ketidakpuasan publik atas inflasi yang melonjak dan devaluasi tajam rial Iran. Protes tersebut dengan cepat berubah menjadi konfrontasi kekerasan dengan pasukan keamanan, yang diduga mengakibatkan ratusan kematian. Teheran menyalahkan kerusuhan itu kepada AS dan Israel.

Pada Kamis (15/1/2026), Fox News melaporkan bahwa kapal perang yang sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut mungkin adalah USS Abraham Lincoln atau salah satu dari dua kapal induk yang berangkat dari Norfolk dan San Diego awal pekan ini. Media itu menambahkan bahwa saat ini Washington sudah memiliki tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship) di wilayah tersebut.

 

Washington kemungkinan juga akan memperkuat kehadiran militernya di sekitar Iran dengan kemampuan serangan udara dan darat, serta sistem pertahanan rudal dalam beberapa hari dan minggu mendatang, menurut sumber anonim yang dikutip media tersebut. Para pejabat anonim menggambarkan hal ini sebagai "menyiapkan kekuatan," yang akan memungkinkan tindakan militer "ofensif" jika Trump memilihnya.

Pada Kamis, NBC mengutip beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk memberikan pukulan cepat dan tegas kepada pemerintah Iran, daripada terlibat dalam konflik berkepanjangan. Karena para penasihatnya diduga tidak dapat menjamin bahwa tindakan militer akan segera menggulingkan otoritas Iran, Presiden AS sejauh ini ragu-ragu untuk memerintahkan serangan, klaim media itu.

 

Ada juga laporan bahwa beberapa negara Teluk secara pribadi telah menghubungi Trump dalam upaya membujuknya agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran karena khawatir akan ketidakstabilan regional yang lebih luas dan gangguan terhadap pasar minyak global.

Topik Menarik