Dubes Iran Tuding Demo Rusuh Disusupi Mossad: Warga Biasa Tak Mungkin Bakar Masjid

Dubes Iran Tuding Demo Rusuh Disusupi Mossad: Warga Biasa Tak Mungkin Bakar Masjid

Global | inews | Jum'at, 23 Januari 2026 - 08:12
share

JAKARTA, iNews.id - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menuding demo berujung rusuh yang dilaporkan menewaskan ribuan orang di negaranya dilakukan teroris campur tangan agen intelijen Zionis Israel, Mossad. Dia menuturkan jumlah korban yang banyak menguntungkan musuh Iran.

"Jumlah korban yang banyak menjadi hal yang menguntungkan pihak teroris, menguntungkan musuh di luar Negeri," kata Boroujerdi dalam konferensi persnya di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Boroujerdi mengungkapkan teroris memang sudah terlatih dalam melakukan aksi pembunuhan secara brutal, merusak, dan merusuh. Sehingga, tidak mungkin warganya bisa melakukan hal tersebut.

"Masyarakat biasa tidak mungkin membakar masjid, tidak mungkin membakar Alquran, tidak mungkin membunuh petugas kebersihan, membunuh balita yang hanya dua tahun, tidak mungkin bisa sembelih seseorang, dan tidak mungkin bisa membakar tubuh orang lain," ujarnya.

"Ini merupakan pendekatan yang hanya bisa dilakukan oleh Mossad, oleh teroris yang terlatih," tutur dia.

Dia menyatakan kerusuhan tersebut bagian dari upaya segilintir pihak untuk menciptakan banyak korban jiwa yang berjatuhan. Dengan demikian, pemerintah Iran bisa dengan mudah dipojokkan.

"Mereka ingin memojokkan Iran, ingin melakukan penyerangan terhadap Negara kami, ingin mengupayakan makar atau rezim change di negara kami," kata dia.

Diketahui, Jumlah korban tewas akibat demonstrasi di Iran bertambah menjadi 4.029 orang, demikian data lembaga Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis Amerika Serikat (AS). Angka tersebut berdasarkan data hingga Senin (19/1/2026).

HRANA juga mengungkap, setidaknya 5.811 orang menderita luka parah selama protes, menurut laporan tersebut.

Selain itu sebanyak 26.015 orang ditangkap hingga hari ke-23 demonstrasi besar-besaran di penjuru negara tersebut.

Iran diguncang demonstrasi besar sejak 28 Desember 2025, dimulai dengan aksi mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran. 

Demonstrasi dipicu oleh melemahnya nilai tukar mata uang rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Unjuk rasa dengan cepat menyebar ke berbagai kota lain diwarnai kerusuhan, pembakaran, dan perusakan.

Topik Menarik