Badai Salju Lumpuhkan AS: Listrik 1 Juta Pengguna Padam, 10.000 Penerbangan Dibatalkan
WASHINGTON, iNews.id - Badai musim dingin yang dahyat menerjang Amerika Serikat sejak beberapa hari terakhir, memutus aliran listrik untuk jutaan pelanggan. Selain itu lebih dari 10.000 penerbangan di seluruh AS dibatalkan.
Salju tebal juga melumpuhkan sebagian besar wilayah AS, di samping hujan es yang terus turun.
Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS) menyebut, badai musim dingin diperkirakan menerjang dua pertiga bagian timur AS pada Minggu (25/1/2026) dan akan berlangsung sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut menyebabkan suhu anjlok hingga di bawah titik beku serta membahayakan transportasi.
Data PowerOutage mengungkap, hingga Minggu pukul 14.14 EST, 1.005.641 pelanggan mengalami pemadaman listrik, sebagian besar di Tennessee. Sementara Mississippi, Texas, Louisiana, Kentucky, Georgia, Virginia, dan Alabama juga terkena dampak parah.
Hujan salju lebat diperkirakan terjadi dari Lembah Ohio hingga Timur Laut, sementara "akumulasi es yang dahsyat" mengancam dari Lembah Mississippi Bawah hingga Atlantik Tengah dan Tenggara.
“Ini adalah badai yang unik karena cakupannya sangat luas,” kata pakar meteorologi NWS, Allison Santorelli, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (26/1/2026).
Dia menambahkan, sekitar 213 juta orang berada di bawah peringatan cuaca musim dingin.
“Badai ini memengaruhi daerah-daerah mulai dari New Mexico, Texas, hingga New England, jadi kita berbicara tentang jangkauan sekitar 2.000 mil (3.220 km)," ujarnya.
Presiden AS Donald Trump menyebut badai musim dingin tahun ini sebagai bersejarah. Dia menyetujui penetapan status darurat federal karena hampir 20 negara bagian plus Distrik Columbia menyatakan keadaan darurat cuaca.
“Kami akan terus memantau, dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat,” tulis Trump, di Truth Social.
Situs web pelacakan penerbangan FlightAware mengungkap, sepanjang Minggu, lebih dari 10.000 penerbangan dibatalkan dan 8.000 lainnya mengalami penundaan. Maskapai-maskapai penerbangan besar AS memperingatkan penumpang untuk tetap waspada terhadap perubahan dan pembatalan penerbangan yang mendadak.
NWS memperingatkan bahwa es tebal dapat menyebabkan pemadaman listrik yang lama, meluasnya kerusakan pohon, dan kondisi perjalanan yang sangat berbahaya atau tidak bisa dilalui, termasuk di banyak negara bagian yang kurang terbiasa dengan cuaca musim dingin yang ekstrem.
Pihak berwenang memperingatkan adanya cuaca dingin yang mengancam nyawa berlangsung selama sepakan setelah badai, terutama di Dataran Utara dan Midwest Atas, di mana suhu dingin akibat angin diperkirakan akan turun hingga -45 derajat Celsius. Suhu seperti itu dapat menyebabkan radang dingin dalam hitungan menit.
Sistem badai besar ini merupakan hasil dari pusaran kutub yang meregang, yaitu wilayah Arktik yang berisi udara dingin bertekanan rendah yang biasanya membentuk sistem melingkar relatif kompak. Namun terkadang berubah menjadi bentuk yang lebih oval, mengirim udara dingin ke wilayah luas, dalam hal ini, Amerika Utara.
Para ilmuwan mengatakan peningkatan frekuensi gangguan pusaran kutub seperti ini mungkin terkait dengan perubahan iklim.







