Zelensky Caci Maki Para Elite Moskow di Barat: Enyahlah ke Rusia!
Presiden Ukraina mengumbar caci maki terhadap para elite Rusia yang tinggal di Eropa dan Amerika Serikat (AS), dengan menyuruh mereka untuk pulang ke Rusia. Kemarahan ini disampaikan menjelang upaya baru untuk mencapai kesepakatan perdamaian Moskow-Kyiv.
Dalam pernyataan kasar yang diunggah di media sosial pada hari Senin, Zelensky mendesak AS dan negara-negara Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada raksasa energi nuklir negara Rusia, Rosatom, dan individu-individu Rusia yang mengambil keuntungan dari operasinya saat tinggal di negara-negara Barat.
Baca Juga: Terancam oleh Rusia, Polandia Nyatakan Butuh Bom Nuklir
"Enyahlah ke Rusia. Pulanglah. Kalian tidak menghormati siapa pun di Amerika Serikat," tulis Zelensky. "Kalian tidak menghormati Ukraina atau Eropa. Pulanglah," lanjut dia, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (17/2/2026).
Putaran ketiga perundingan perdamaian trilateral antara AS, Ukraina, dan Rusia yang bertujuan untuk mengakhiri perang akan digelar pada 17-18 Februari di Jenewa, Swiss..Ukraina telah lama mendorong negara-negara Barat untuk memberikan tekanan ekonomi yang lebih besar kepada Rusia, sehingga membatasi keuntungan yang dapat diakses Moskow dari industri energinya untuk mendanai upaya perangnya.Presiden AS Donald Trump telah menjatuhkan sanksi kepada Lukoil dan Rosneft, perusahaan minyak terbesar Rusia, pada tahun 2025 karena frustrasi atas kurangnya kemajuan menuju kesepakatan perdamaian. Trump umumnya menghindari tekanan terhadap Rusia untuk bernegosiasi dengan Ukraina, dan Zelensky mengatakan pada hari Sabtu pekan lalu bahwa Washington "terlalu sering" mencoba membuat Kyiv mengalah kepada Moskow.
Zelensky memuji sanksi Trump sebelumnya terhadap Lukoil dan Rosneft, tetapi mengatakan presiden AS dapat menargetkan seluruh energi Rusia, khususnya energi nuklir.
"Ini akan menjadi pesan yang kuat bagi Eropa," imbuh Zelensky. "Sanksi penuh berarti sanksi lengkap," paparnya.
Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi bertubi-tubi kepada Rusia dan berkomitmen untuk menghentikan semua impor minyak dan gas Rusia pada akhir tahun 2027. Blok tersebut juga mengatakan akan menghapus energi nuklir Rusia secara bertahap.
Eropa masih bergantung pada Moskow untuk memasok antara seperlima dan seperempat impor uranium yang diperkaya.
Pemerintah AS sebelumnya, di bawah Presiden Joe Biden, melarang impor uranium yang diperkaya rendah (LEU) dari Rusia kecuali dalam kasus-kasus di mana hal itu dianggap perlu oleh menteri energi AS.
Impor uranium yang diperkaya dari Rusia oleh AS turun sekitar setengahnya pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut World Nuclear Industry Status Report yang diterbitkan pada November 2025. Rusia sempat memblokir ekspor uranium yang diperkaya ke AS pada akhir tahun 2024 sebelum perdagangan dilanjutkan.










