Senator AS: Perang Masa Depan Sedang Direncanakan di Israel

Senator AS: Perang Masa Depan Sedang Direncanakan di Israel

Global | sindonews | Selasa, 17 Februari 2026 - 12:36
share

Senator terkemuka Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham mengatakan Israel lebih maju dari AS dalam mengembangkan senjata mutakhir. Dia juga mengungkap bahwa perang masa depan sedang direncanakan di negara Yahudi tersebut.

Graham, senator Partai Republik yang juga sekutu dekat Presiden Donald Trump, menyampaikan pernyataan tersebut di Tel Aviv setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Yair Lapid pada hari Senin.

Baca Juga: Pejabat Zionis Israel Waswas Mesir dan Turki Ikut-ikutan Kembangkan Senjata Nuklir

Graham mengatakan Washington harus berinvestasi di industri pertahanan Israel daripada "hanya menulis cek" untuk bantuan militer.

“Saya menyukai ide itu. Perang masa depan sedang direncanakan di sini di Israel. Jika Anda tidak selangkah lebih maju dari musuh, Anda akan menderita,” kata Graham, memuji Israel Defense Forces (IDF) sebagai "pasukan militer paling cerdas dan kreatif di planet ini."

“Israel sedang maju di jalan persenjataan baru jauh melampaui kami,” ujar Graham.Kunjungan tersebut dilakukan menjelang perundingan AS-Iran yang dimediasi Oman di Jenewa pada Selasa (17/2/2026) yang bertujuan untuk meredakan ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah. AS telah mengirimkan dua kelompok serang kapal induk ke wilayah tersebut karena Presiden Donald Trump berupaya menekan Iran untuk meninggalkan pengayaan uranium.

Iran menanggapi dengan latihan tembak langsung secara mendadak di Selat Hormuz, dengan para pejabat memperingatkan bahwa militernya akan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah jika negara Islam itu diserang.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Russia Today pekan lalu bahwa Teheran siap menawarkan jaminan bahwa program nuklirnya bersifat damai, sambil menekankan bahwa pengayaan uranium untuk tujuan sipil adalah hak kedaulatan Iran.

Israel dan AS melakukan serangan udara terhadap situs nuklir dan militer Iran pada Juni 2025, yang kemudian dibalas Iran dengan menembakkan rudal ke Israel dan pangkalan udara AS di Qatar.

Topik Menarik