Kim Jong-un dan Putrinya Nobar Rudal Besar, Kasih Paham Musuh tentang Daya Hancur Nuklir Korut!

Kim Jong-un dan Putrinya Nobar Rudal Besar, Kasih Paham Musuh tentang Daya Hancur Nuklir Korut!

Global | sindonews | Senin, 16 Maret 2026 - 07:12
share

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dan putrinya yang masih remaja, Kim Ju-ae, menonton bareng (nobar) uji coba rudal-rudal besar berkemampuan nuklir. Media pemerintah, KCNA, melaporkan manuver ini berlangsung pada Sabtu pekan lalu dan melibatkan 12 peluncur roket ganda ultra-presisi 600mm.

Menurut laporan media tersebut, uji coba rudal ini menunjukkan "kekuatan penghancur" dari senjata berkemampuan nuklir Korea Utara. Tes misil ini digelar hanya sehari setelah Jepang dan Korea Selatan (Korsel) menyuarakan kekhawatiran atas serangkaian uji coba rudal Pyongyang sebelumnya.

Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel

Senjata-senjata tersebut ditembakkan dalam satu salvo dan menghantam target pulau di Laut Timur sekitar 364 km jauhnya dengan apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai "akurasi 100 persen", menunjukkan kemampuan serangan terkonsentrasi sistem tersebut.

Laporan KCNA muncul sehari setelah militer Korsel mengatakan telah mendeteksi sekitar 10 rudal balistik yang ditembakkan dari wilayah ibu kota Korea Utara menuju Laut Timur.

Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menyebut peluncuran tersebut sebagai provokasi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang aktivitas balistik apa pun oleh Korea Utara.Manuver Pyongyang tersebut melibatkan 12 peluncur yang menembak secara bergelombang, menjadikannya salvo terkoordinasi yang lebih besar daripada banyak demonstrasi sistem sebelumnya.

Kim Jong-un mengatakan bahwa latihan tersebut akan membuat musuh dalam jangkauan serangan 420 km (260 mil) merasa tidak nyaman. "Dan memberi mereka pemahaman mendalam tentang daya hancur senjata nuklir taktis," tulis KCNA, mengutip pernyataan Kim Jong-un. Musuh yang dimaksud Kim Jong-un diduga merujuk pada pasukan Korea Selatan dan Amerika Serikat yang ditempatkan di Korea Selatan.

"Jika senjata ini digunakan, infrastruktur militer lawan dalam jangkauan serangannya tidak akan pernah bisa bertahan," kata Kim Jong-un.

"Di seluruh dunia, tidak ada senjata taktis yang melampaui kinerja sistem senjata ini," ujarnya, yang dikutip Reuters, Senin (16/3/2026).

Gambar-gambar yang dirilis dari manuver rudal tersebut menunjukkan Kim Jong-un dan putrinya; Kim Ju-ae (13), berjalan di dekat truk peluncur besar berwarna hijau zaitun dan melihat senjata yang diluncurkan dari truk tersebut. Gadis itu telah menemani ayahnya di berbagai acara penting seperti uji coba rudal dan parade militer sejak akhir tahun 2022, memicu spekulasi dari luar bahwa dia sedang dipersiapkan sebagai pewaris kekuasaan.

Gambar-gambar dramatis peluncuran rudal tersebut menunjukkan beberapa rudak, setidaknya delapan dalam satu baris, diluncurkan secara bersamaan dari peluncur berbasis darat di lanskap yang luas dan terbuka, meninggalkan jejak asap putih tebal di belakangnya.

Para pakar mengatakan peluncur roket ganda Korea Utara mengaburkan batas antara sistem artileri dan rudal balistik karena dapat menciptakan daya dorong sendiri dan dipandu selama pengiriman. Korea Utara mengatakan beberapa sistem ini mampu mengirimkan hulu ledak nuklir.

Topik Menarik