Media Iran Gambarkan Trump sebagai Pinokio: 'Pembohong Paling Menyedihkan di Dunia'
Sebuah surat kabar Iran menerbitkan kartikatur yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai Pinokio berhidung panjang. Itu sebagai ejekan untuk orang nomor satu Amerika yang mereka anggap sebagai tokoh pembohong.
Karikatur Trump dengan hidung memanjang yang menjulang di atas peta Selat Hormuz muncul di halaman depan harian konservatif Javan, dengan judul "Pembohong paling menyedihkan dan tidak terhormat di dunia". Olok-olokan ini muncul di tengah diskusi diplomatik yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Iran Tembakkan Rudal Jelajah Qader ke Kapal Induk Amerika USS Abraham Lincoln
Militer Iran Ledek Tawaran Gencatan Senjata AS: Jangan Samarkan Kekalahan Anda sebagai Kesepakatan!
Pada hari Senin, hanya beberapa jam sebelum berakhirnya ultimatum yang telah Trump tetapkan—mengancam serangan terhadap pembangkit listrik jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz—presiden AS itu secara tak terduga mengumumkan pembicaraan dengan Teheran. Otoritas Iran telah membantah adanya negosiasi, langsung atau pun tidak langsung.
Javan menuduh Trump berbohong untuk menenangkan pasar dan menekan harga minyak, yang telah melonjak sejak Israel dan Amerika Serikat memulai permusuhan pada 28 Februari."Sejak penolakan Iran, harga minyak dan gas telah naik sekali lagi," tulis surat kabar tersebut, membandingkan Trump dengan "seorang penjudi yang sedang mengalami kemerosotan" dalam perang yang diyakininya dapat dimenangkan dengan cepat, seperti kartu poker yang beruntung.Kantor berita Tasnim juga mengejek Trump, menunjukkannya dengan rambut acak-acakan dan ekspresi kekalahan.
"Politik kebohongan," demikian judul utama Sobh-e No, surat kabar Iran lainnya, yang dikutip AFP, Kamis (26/3/2026).
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, juga mengejek Trump dalam pernyataan video yang disiarkan secara luas di televisi pemerintah, dengan menyatakan bahwa presiden AS pada dasarnya "bernegosiasi dengan dirinya sendiri".
Kemarin, kantor berita ISNA mendedikasikan sebuah artikel untuk Zolfaghari, juru bicara yang selalu hadir di televisi dan digambarkan sebagai "fenomena perang".
Di tengah peringatan dalam bahasa Persia yang ditujukan kepada musuh dan daftar prestasi militer Iran, Zolfaghari terkadang beralih ke bahasa Arab, Ibrani, dan bahkan Inggris.
Dalam beberapa hari terakhir, Zolfaghari menarik perhatian khusus dengan mengubah salah satu jargon khas Trump menjadi: “Trump, you’re fired! [Trump, Anda dipecat!]”









