Cegah Pemberontakan, Iran Tangkap 240 Orang dan Gantung Agen Mossad

Cegah Pemberontakan, Iran Tangkap 240 Orang dan Gantung Agen Mossad

Global | sindonews | Sabtu, 25 April 2026 - 15:14
share

Garda RevolusiIran (IRGC) menangkap hampir 240 orang dalam operasi di dua provinsi, Kurdistan dan Kermanshah. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah pemberontak di tengah situasi yang masih panas di wilayah yang rawan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, di provinsi Kurdistan, IRGC mengklaim telah menangkap 11 orang dan juga menewaskan satu anggota kelompok bersenjata Kurdi.

Pasukan IRGC juga menyita sejumlah senjata dan amunisi. Hampir 70 orang lainnya ditangkap dalam penggerebekan terpisah, lapor Mehr.

Di provinsi Kermanshah, IRGC menangkap 155 orang, yang menurut mereka termasuk dalam "kelompok kontra-revolusioner", termasuk empat mata-mata yang diduga terkait dengan Mossad Israel.

Di Teheran, polisi mengumumkan penangkapan seorang individu yang dituduh mengumpulkan dan membagikan "dokumentasi titik serangan rudal ke jaringan musuh".

Sementara itu, Iran mengatakan telah menggantung apa yang digambarkan sebagai agen yang bekerja untuk Israel yang dituduh melakukan tindakan sabotase selama protes nasional pada bulan Januari.

Kantor berita semi-resmi negara itu, Tasnim, melaporkan pria yang dihukum mati, yang diidentifikasi sebagai Irfan Kayani, dituduh "menciptakan teror" dan digantung hari ini setelah Mahkamah Agung mengkonfirmasi putusan tersebut, lapor Tasnim.

Sebelumnya, seorang agen Mossad Israel, yang diidentifikasi sebagai "M", tewas di luar negeri selama operasi melawan Iran. Itu diungkapkan Direktur Mossad David Barnea selama upacara Hari Peringatan Israel untuk para pahlawan yang gugur dari organisasi tersebut.

Agen tersebut memainkan peran utama dalam mengumpulkan intelijen terkait perang Israel melawan Iran pada Juni 2025 dan awal tahun ini.“Operasi yang dipimpin oleh M menggabungkan kreativitas, kecerdikan, dan teknologi serta secara signifikan memengaruhi keberhasilan kampanye melawan Iran,” kata Barnea, menurut The Jerusalem Post.

Barnea tidak menyebutkan siapa M itu, tetapi media Israel melaporkan bahwa direktur Mossad tersebut merujuk pada Agen M, yang meninggal di Italia pada Mei 2023 setelah kapalnya tenggelam di Danau Maggiore, utara Milan, dekat perbatasan Swiss.

Ternyata 21 anggota kapal tersebut, 11 agen Mossad dan 10 anggota yang terkait dengan intelijen Italia, telah menghabiskan waktu bekerja bersama di sebuah rumah yang merupakan pangkalan Mossad di Italia.

Para agen tersebut membawa sebuah perahu tua milik Claudio Carminati dan istrinya yang berkebangsaan Rusia. Selama perjalanan, beberapa ratus meter dari pantai, badai tiba-tiba menerjang, menjungkirbalikkan perahu dan menyebabkannya tenggelam. Dua orang Italia, satu orang Rusia, dan satu orang Israel tewas, termasuk istri kapten.

“Selama Operasi Singa Mengaum, hati saya dipenuhi kebanggaan atas karakter dan tindakan M. Operasi yang mereka pimpin menggabungkan kreativitas, kecerdikan, dan teknologi canggih, yang secara signifikan memengaruhi keberhasilan operasi melawan Iran,” kata Barnea.Ia tidak menyebutkan siapa M, kapan ia meninggal, atau dalam insiden mana. Direktur Mossad itu juga tidak mengatakan di mana M meninggal, hanya mencatat bahwa itu terjadi di luar Israel.

Setelah insiden Danau Maggiore pada Mei 2023, media Italia, termasuk laporan dari La Repubblica, mengidentifikasi M sebagai Erez Shimoni.

Warga Israel lainnya yang dilaporkan berada di kapal tersebut dikatakan telah dengan cepat diterbangkan kembali ke Israel dengan jet pribadi yang diketahui digunakan oleh otoritas Israel. Semua dokumen registrasi warga Israel di hotel tempat mereka menginap hilang.

Topik Menarik