Trump Tidak Khawatir tentang Penipisan Persediaan Senjata AS akibat Perang Iran
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis kekhawatiran tentang penipisan persediaan senjata AS akibat perang dengan Iran. Pada 21 April, Trump mengatakan perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran adalah hal positif karena memungkinkan militer AS mengisi kembali persediaan amunisinya.
"Kita memiliki lebih dari dua kali lipat dari yang kita miliki ketika ini dimulai. Saya tidak khawatir," ujar Trump kepada wartawan ketika ditanya tentang laporan bahwa para pejabat Gedung Putih khawatir tentang pengurangan signifikan dalam persediaan AS.
Pada hari Senin, The Atlantic melaporkan, mengutip dua pejabat senior pemerintahan Trump, bahwa Wakil Presiden JD Vance telah beberapa kali mengajukan pertanyaan, secara tertutup, mengenai penggambaran Departemen Perang tentang konflik dengan Iran, dan apakah Pentagon telah objektif dalam penilaiannya terhadap persediaan rudal AS.
Reuters melaporkan pada bulan April, mengutip sumber, bahwa AS telah memberi tahu negara-negara Eropa tentang potensi penundaan pengiriman senjata karena kebutuhan untuk memprioritaskan kebutuhan militer di tengah konflik dengan Iran.
Penundaan tersebut diperkirakan akan memengaruhi beberapa negara Eropa, termasuk negara-negara Baltik dan Skandinavia. Badan tersebut mencatat para pejabat Eropa telah mengeluh bahwa penundaan pengiriman senjata AS menempatkan mereka dalam posisi yang sulit.
Secara terpisah, CBS News melaporkan ketidakpuasan dari beberapa negara Teluk atas ketidakmampuan Washington untuk secara memadai dan cepat mengisi kembali persediaan pertahanan udara mereka di tengah serangan balasan Iran di seluruh wilayah tersebut.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa kesimpulan, dan Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."
Baca juga: Israel Ancam Perang Iran Segera Berkobar Lagi, AS Isi Ulang Persenjataan







