Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Pemerintah Indonesia mengikuti dengan seksama perkembangan situasi pasca-gempa bumi berkekuatan 7,1 skala richter yang mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 15.04 waktu setempat.
Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, pusat gempa terletak di wilayah pesisir utara, sekitar 28 kilometer sebelah barat komunitas Morón (dekat San Felipe/Montalbán), dengan kedalaman sekitar 10–13 kilometer.
"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 (tiga) orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," demikian keterangan resmi Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI.
Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat.
KBRI Caracas telah melakukan koordinasi dan komunikasi cepat pasca-gempa. Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala.KBRI juga terus memantau rilis resmi pemerintah Venezuela terkait potensi gempa susulan dan bahaya pesisir.
Pemerintah Indonesia menyampaikan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas musibah ini, serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat.
Pemerintah Indonesia mengimbau WNI yang berada di Venezuela untuk senantiasa waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan segera menghubungi KBRI Caracas apabila membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez baru saja menyampaikan pidato kepada bangsa.Ditemani oleh Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan saudara laki-lakinya Jorge Rodríguez, yang merupakan kepala Majelis Nasional, ia menyatakan keadaan darurat.
Ia juga menunjuk seorang jenderal untuk mengawasi respons darurat.
Rodríguez telah memimpin negara secara sementara sejak pendahulunya, Nicolás Maduro, ditangkap oleh pasukan AS pada bulan Januari dan dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan perdagangan narkoba.
Dalam pidatonya, ia terutama menyerukan persatuan dari rakyat Venezuela.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang dicintai dalam gempa bumi, tanpa menyebutkan jumlah korban jiwa.Rekaman video menunjukkan orang-orang berlarian melalui lorong-lorong bandara Maiquetía saat gempa terjadi, sambil berusaha melindungi diri dari puing-puing yang berjatuhan.
Kemudian, Walikota Chacao, Gustavo Duque Saez, mengatakan ada setidaknya dua bangunan di kotamadya ini - yang merupakan bagian dari wilayah metropolitan Caracas - yang telah runtuh total.
Ia mengatakan bahwa 18 orang telah diselamatkan hidup-hidup dan lebih dari 500 petugas darurat berada di lokasi untuk mencoba menyelamatkan lebih banyak warga.
"Di Chacao, tidak ada seorang pun yang sendirian, dan kami tidak akan pindah dari sini sampai setiap warga diselamatkan."
Ia juga mendesak warga setempat yang mencoba melacak kerabat yang hilang untuk pergi ke dua alun-alun utama setempat - Plaza Altamira dan Plaza Los Palos Grandes - di mana pejabat setempat telah mendirikan pusat darurat, tempat informasi dikumpulkan dan mereka yang terkena dampak diberikan air dan tempat berlindung.
"Tidak hanya dua bangunan yang runtuh, tetapi juga daftar bangunan lain yang strukturnya telah rusak."




