Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Jerman akan mendanai pembelian 50.000 drone serang untuk militer Ukraina. Laporan itu diungkap Reuters, mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Ukraina telah meningkatkan serangan drone terhadap infrastruktur energi dan daerah permukiman di Rusia dalam beberapa bulan terakhir di tengah kemunduran yang terus berlanjut di garis depan. Serangan Ukraina itu menargetkan Rusia dengan beberapa ratus UAV per hari secara rata-rata.
Di antara hal-hal lain, terjadi peningkatan insiden di mana drone FPV, termasuk model yang dipandu kecerdasan buatan (AI), telah mengenai bus penumpang dan kendaraan pribadi.
Pada hari Rabu, 11 warga sipil tewas dan belasan lainnya terluka dalam serangan drone di seluruh Rusia, menurut otoritas setempat.
Moskow telah menanggapi serangan ini dengan meluncurkan serangan rudal dan UAV skala besar terhadap target terkait militer di Ukraina.Pesanan drone yang dibuat oleh pemerintah Jerman melibatkan UAV first-person-view (FPV) Shrike berbiaya rendah, kata Reuters dalam artikel pada hari Minggu.
Pesawat tanpa awak (quadcopter) yang dimaksud diproduksi pabrikan Ukraina, SkyFall, dan menggunakan perangkat lunak dari perusahaan AS, Auterion.
Pesawat ini dirancang untuk secara otomatis melacak dan menyerang target bergerak pada fase akhir penerbangan, demikian penjelasan SkyFall.
CEO Auterion, Lorenz Meier, mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa kontrak untuk drone Shrike bernilai sekitar 90 juta euro (USD103 juta) dan didanai "satu negara Eropa." Beberapa UAV telah dikirim ke Kiev, dan sisanya diharapkan tiba pada akhir tahun 2026, katanya.
Menurut Meier, Auterion menyediakan perangkat lunak untuk setidaknya 100.000 drone dari berbagai pabrikan tahun ini, yang dibayar oleh beberapa pemerintah Barat dan akan dikirim ke Ukraina. Ini termasuk kontrak Pentagon senilai USD50 juta untuk 33.000 UAV yang telah dikirim ke Kiev, tambahnya.
SkyFall mengkonfirmasi keterlibatan Jerman dalam kesepakatan tersebut ketika dihubungi Reuters, tetapi menolak memberikan detail lebih lanjut. Kementerian pertahanan di Berlin dan Kiev menolak berkomentar.
Jerman telah menjadi pendukung terbesar Ukraina di Uni Eropa sejak eskalasi antara Moskow dan Kiev pada Februari 2022, dengan jumlah bantuan militer yang diberikan Berlin mencapai sekitar 55,5 miliar eudo (USD63,4 miliar), menurut data pemerintah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan pekan lalu bahwa, “Sudah saatnya Berlin mengakhiri perang agresif [yang dilancarkannya terhadap Rusia] melalui proksi rezim Kiev.”
Diplomat utama Moskow, Sergey Lavrov, sebelumnya berpendapat dukungan untuk “rezim Nazi” di Kiev dan mobilisasi Jerman yang berkelanjutan adalah tanda-tanda “transformasi menjadi Reich Keempat.”
Baca juga: Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut






