Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Militer Iran mengatakan telah meluncurkan fase kedelapan operasi "Saeqeh". Mereka melakukan gelombang serangan drone baru terhadap "pangkalan militer Amerika Serikat" di wilayah negara-negara Teluk.
Dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, militer mengatakan drone peledak menargetkan area yang menampung jet tempur F-18 dan hanggar peralatan besar di pangkalan udara Azraq Yordania untuk kedua kalinya.
Garda Revolusi Iran mengatakan telah menargetkan "pusat logistik dan dukungan utama militer AS di Asia Barat", yang terletak di Mina Abdullah, Kuwait.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh IRIB, Garda Revolusi mengatakan fasilitas tersebut "dibakar dan dihancurkan" selama gelombang keempat operasi "Nasr 2".
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan sedang menanggapi serangan drone Iran. Mereka menambahkan suara keras yang terdengar di seluruh negeri disebabkan oleh pencegatan.Di sisi lain, militer AS mengatakan telah menyelesaikan serangkaian serangan tambahan terhadap Iran pada pukul 10 malam EST tanggal 14 Juli (02:00 GMT tanggal 15 Juli).
Dikatakan bahwa serangan tersebut mengenai “puluhan target militer di dekat Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran”.
“Pesawat tempur AS, drone, dan kapal angkatan laut meluncurkan amunisi presisi terhadap situs rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, dan sistem pertahanan pantai selama operasi tujuh jam tersebut,” kata Komando Pusat AS.
Militer mengatakan, “Serangan tersebut dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial dan awak sipil.”
“Aksi tersebut terjadi pada hari yang sama ketika pasukan AS melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal yang melintas ke atau dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran”, yang “mulai berlaku pada pukul 4 sore ET hari ini [20:00 GMT tanggal 14 Juli].” katanya.
Baca juga: Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina





