Tertekan Harga Komoditas, PNBP Sektor ESDM Rp243,4 Triliun di Bawah Target APBN

Tertekan Harga Komoditas, PNBP Sektor ESDM Rp243,4 Triliun di Bawah Target APBN

Terkini | idxchannel | Jum'at, 9 Januari 2026 - 11:24
share

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) sebesar Rp243,41 triliun pada 2025.

Angka tersebut lebih rendah dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) 2025 yang dipatok Rp255,5 triliun.

Adapun PNBP di sektor migas tercatat Rp105,04 triliun atau hanya 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun.

Bahlil menyampaikan tidak tercapainya PNBP di sektor migas disebabkan oleh harga minyak bumi yang mengalami penurunan. Dalam asumsi makro 2025, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan senilai USD82 per barel.

“Namun kenyataannya, rata-rata harga minyak dunia sejak Januari–Desember itu USD68, harganya tidak sampai USD82. Itu berdampak pada pendapatan negara kita,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers, Kamis (8/1/2026).

Bahkkan, bukan hanya minyak. Bahlil mengatakan penurunan harga juga terjadi pada komoditas lainnya.

Sebagai contoh, Harga batu Bara acuan (HBA) pada periode Januari 2026 tercatat sebesar USD103,30 per ton, lebih rendah jika dibandingkan dengan HBA pada Februari 2025 sebesar USD124,24 per ton.

Begitu juga dengan komoditas nikel yang mengalami penurunan dari USD15.660 per dry metric ton (dmt) pada Januari 2025, menjadi USD14.630 per dmt pada periode Januari 2026.

Meski demikian, subsektor minerba dan panas bumi berhasil mencatat kinerja positif, dengan mencatat PNBP sebesar Rp138,37 triliun atau 108,56 persen dari target APBN sebesar Rp127,44 triliun.

"Di saat harga komoditas lagi jatuh, batu bara harganya tidak terlalu menggembirakan, tapi alhamdulillah target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai 108,56 persen,” kata Bahlil.

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik