Bursa Asia Melesat, Nikkei Jepang Cetak Rekor

Bursa Asia Melesat, Nikkei Jepang Cetak Rekor

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 13 Januari 2026 - 09:34
share

IDXChannel – Bursa saham Asia menguat tajam pada Selasa (13/1/2026), seiring Nikkei Jepang melonjak ke rekor tertinggi.

Pelaku pasar tengah melakukan penyesuaian menyusul reli Wall Street selama dua hari terakhir setelah libur nasional di Jepang pada awal pekan ini.

Menurut data pasar, pukul 09.13 WIB, Nikkei 225 Jepang melesat 3,09 persen, usai sempat melesat hingga 3,6 persen ke rekor 53.814,79, sedangkan Topix Jepang mendaki 2,28 persen.

Mengutip Reuters, investor Negeri Sakura juga memborong saham dengan harapan meningkatnya belanja fiskal, menyusul spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mungkin akan menggelar pemilihan umum dini untuk memperkuat mayoritas parlemen koalisi pemerintah.

Ekspektasi tersebut memicu harapan akan tambahan stimulus ekonomi.

Seperti investor global lainnya, pelaku pasar Jepang tampak tidak terlalu terpengaruh oleh penyelidikan pidana Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Ketua partai mitra koalisi Ishin mengatakan telah bertemu dengan Takaichi pada Jumat lalu dan menyebutkan sang perdana menteri mungkin menggelar pemilu dini.

Media lokal Jepang sebelumnya melaporkan Takaichi tengah mempertimbangkan pemilu secepatnya pada bulan depan.

Jika terealisasi, pemilu tersebut akan menjadi ujian elektoral pertama bagi Takaichi, sekaligus memberi peluang untuk memanfaatkan tingginya tingkat dukungan publik sejak ia menjabat pada Oktober lalu.

“Pasar secara luas meyakini bahwa jika Takaichi membubarkan parlemen, dampaknya adalah yen yang lebih lemah, saham yang lebih tinggi, dan harga obligasi yang lebih rendah,” kata ahli strategi saham Nomura Securities, Maki Sawada.

Pandangan itu didasarkan pada keyakinan bahwa pemilu dini berarti kebijakan fiskal yang lebih agresif.

Sentimen investor kian terdongkrak oleh pelemahan yen yang tajam dibandingkan saat pasar Tokyo terakhir ditutup pada Jumat.

Nilai tukar yang lebih lemah meningkatkan nilai pendapatan luar negeri bagi perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor.

Shanghai Composite juga naik 0,05 persen, Hang Seng Hong Kong terkerek 1,80 persen, KOSPI Korea Selatan tumbuh 0,57 persen, ASX 200 Australia 0,99 persen, dan STI Singapura 0,53 persen.

Semalam, indeks Dow dan S&P 500 di Wall Street sama-sama menembus rekor tertinggi sepanjang masa, dengan saham-saham teknologi menjadi salah satu penggerak utama. (Aldo Fernando)

Topik Menarik