Kepala BNPB: Presiden Ikut Berduka Cita Atas Bencana Tanah Longsor di Jepara
IDXChannel - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan rasa duka cita Presiden Prabowo Subianto atas bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.
"Saya langsung diperintah Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk langsung datang ke Jepara. Pertama beliau menyampaikan ucapan belasungkawa dan turut berduka cita bagi seluruh masyarakat Jepara yang terdampak," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Suharyanto menyampaikan tiga pesan kepada para pemangku kepentingan, khususnya Pemerintah Kabupaten Jepara. Dia menggarisbawahi terhadap penanganan masyarakat yang terdampak bencana secara maksimal.
"Khusus di titik ini dulu, saya ingin menyampaikan yang pertama yang harus ditangani, harus dilakukan penanganan yang maksimal adalah manusianya, orangnya," ujar dia.
Meskipun rumah rusak di Desa Tempur menyasar 13 kepala keluarga (KK), pemerintah daerah dapat memfasilitasi untuk merelokasi. Pemerintah daerah menyediakan lokasinya dan rumahnya dibantu BNPB.
"Jadi jangan berpikir kalau namanya BNPB itu bangun yang banyak-banyak. Tidak, satu dua rumah juga tidak apa-apa. Yang penting itu (untuk) masyarakat," katanya.
Terkait kebutuhan dasar masyarakat terdampak, BNPB telah menyalurkan bantuan kepada para korban bencana. Pihaknya akan menambah bantuan apabila jumlah yang disalurkan masih kurang.
Meskipun pemerintah daerah telah menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) dan masih ada kebutuhan tambahan, ini dapat diajukan kepada BNPB, seperti pemenuhan kebutuhan non-pangan.
"Kebutuhan dasar bukan hanya makan-minum saja yang harus diperhatikan, tapi juga kebutuhan lanjutan sebagai manusia. Pakaian, tempat tinggal, tempat tidur, obat-obatan, alat pencegah penyakit, alat pencegah dingin, selimut, dan lain sebagainya. Itu tolong diperlengkapi, dipenuhi," ujar dia.
Terkait akses jalan yang mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor, dia mengapresiasi upaya pemerintah setempat untuk membuka akses.
Meskipun alat berat telah dikerahkan di lapangan, Kepala BNPB menyampaikan pemerintah daerah dapat menambahkan alat berat dengan pembiayaan dari BNPB. Demikian pula perbaikan darurat untuk jembatan yang rusak.
"Tunjukkan kepada rakyat bahwa pemerintah hadir. Tidak ada alasan. Apalagi di sana ada 3.500 jiwa, mungkin makan-minumnya tidak ada masalah, pakai sepeda motor, tapi ada kebutuhan-kebutuhan lainnya. Apalagi ada anak sekolah dan lain sebagainya, jangan terlalu lama," kata dia.
(Dhera Arizona)









