Logindo (LEAD) Fokus Turunkan Utang, Pastikan Tidak Ada Rencana Beli Kapal Baru

Logindo (LEAD) Fokus Turunkan Utang, Pastikan Tidak Ada Rencana Beli Kapal Baru

Ekonomi | idxchannel | Senin, 19 Januari 2026 - 14:30
share

IDXChannel - PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) bakal fokus menurunkan utang perseroan dalam beberapa waktu ke depan. Oleh karena itu, emiten perkapalan itu tidak akan menambah armada kapal dalam waktu dekat.

Hingga 30 September 2025, posisi utang berbunga Logindo mencapai Rp898 miliar, sedangkan ekuitasnya tercatat Rp761 miliar. Angka itu mencerminkan debt to equity ratio (DER) sebesar 1,81 kali.

Direktur Utama Logindo, Eddy Kurniawan Logam menjelaskan, perseroan telah berkomitmen kepada kreditur untuk memperbaiki neraca keuangan dan menurunkan utang. Sejumlah strategi dilakukan mulai dari mendorong EBITDA dan laba bersih hingga menjual kapal.

"Armada yang usianya sudah semakin berkurang atau dari segi marketing melihat bahwa potensi eskalasi harga charter tidak akan mengalami eskalasi yang tinggi pada tahun yang akan datang," katanya dalam Paparan Publik Insidentil dikutip Senin (19/1/2026).

"Perseroan mempertahankan kapal dengan potensi revenue (pendapatan) yang bertumbuh dan kontribusi yang besar secara EBITDA maupun net profit (laba bersih)," ujar Eddy.

Eddy juga mengungkapkan, Logindo akan kembali menjual kapal pada 2026, terutama untuk kapal-kapal yang sudah tua. Saat ini, perseroan masih mencari pembeli yang cocok untuk kapal-kapal tersebut.

Di samping itu, Logindo juga terus memperluas basis pelanggan. Baru-baru ini, perseroan mendapatkan pelanggan baru yakni Wynnergy Marine dan Synergy Marine yang berkontribusi cukup signifikan atas total pendapatan.

Kendati demikian, tingkat utilisasi kapal sepanjang 2025 turun menjadi 74 persen. Padahal, pada 2024, angkanya sekitar 78 persen. Eddy menilai, penurunan ini disebabkan oleh kondisi geopolitik, terutama akibat perang tarif.

Hingga akhir kuartal III-2025, Logindo membukukan pendapatan USD29,5 juta, turun 13 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA juga turun 26 persen menjadi USD12,8 juta, sedangkan laba bersih anjlok 51 persen menjadi USD871 ribu.

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik