Istana Tegaskan Penguatan Rupiah Bertumpu pada Fundamental Ekonomi RI
IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, penguatan nilai tukar rupiah bertumpu pada fundamental ekonomi nasional yang kuat.
Diketahui, kurs rupiah bergerak menguat 40 poin atau 0,24 persen ke Rp16.896 per USD pada penutupan perdagangan Kamis (22/1/2026), dari sebelumnya Rp16.936 per USD.
"Secara khusus yang paling penting adalah bagaimana kemudian kita memastikan bahwa fundamental ekonomi kita itu kuat. Kemudian sektor-sektor riil bagaimana didorong untuk itu tumbuh dan berkembang. Karena kuncinya di situ, kuncinya adalah di fundamental ekonomi kita, di sektor riil kita," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, percepatan dan efektivitas belanja negara dapat berperan sebagai stimulus ekonomi yang turut menopang stabilitas makroekonomi, termasuk nilai tukar rupiah.
“Kemudian di awal tahun, seperti biasa, government spending kita juga kemarin salah satu yang dibahas karena kita menghendaki di awal tahun belanja pemerintah juga sudah bisa optimum. Karena ini bagian dari salah satu stimulus ekonomi," kata dia.
Ihwal pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (21/1/2026) kemarin, Prasetyo tidak secara khusus membahas soal nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh angka Rp17 ribu.
Pertemuan tersebut laporan rutin dari masing-masing kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.
"Jadi itu adalah pertemuan rutin untuk saling berkoordinasi karena bagaimanapun masing-masing memiliki kewenangan tetapi semuanya saling berkaitan. Kalau kita bicara ekonomi, maka sebuah kebijakan di satu kementerian atau lembaga itu akan saling berkaitan dengan yang lainnya. Jadi itu rutin saja," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)










