BTN (BBTN) Ungkap Rencana Akuisisi Perusahaan Asuransi, Ini Alasannya
IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN (BBTN) berencana mengakuisisi perusahaan asuransi. Rencana ini bakal dikomunikasikan dengan pemegang saham perseroan, Danantara Indonesia, dalam waktu dekat.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengungkapkan alasan utama perseroan mengincar perusahaan asuransi demi menekan biaya premi asuransi bagi nasabah KPR. Dengan demikian, kehadiran perusahaan asuransi dapat membuat bisnis BTN menjadi semakin efisien di samping menekan biaya premi yang bakal menguntungkan nasabah KPR BTN.
"Oh kita memang masih ngusulin ke pemerintah dalam hal ini Danantara ya, untuk kita boleh mengakuisisi satu perusahaan, yang asuransi terutama, karena memang kita butuh mortgage insurance (asuransi KPR) hari ini," ujarnya usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Nixon menambahkan, kehadiran perusahaan juga akan semakin melengkapi layanan asuransi yang ditawarkan BTN. "Karena kalau yang sekarang kan adanya asuransi kebendaan dan asuransi apa namanya jiwa gitu ya. Kita pengen tuh bisa dipakai jadi satu semasa penjaminan kredit yang lebih murah nantinya preminya, karena kalau preminya mahal kan kasihan KPR-nya. Itu saja sih," imbuhnya.
Meskipun rencana ini sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2026, Nixon menyebut pihaknya masih menunggu jadwal untuk mempresentasikan urgensi akuisisi ini kepada pihak Danantara. Dia pun menargetkan proses perizinan dan persiapan ini dapat tuntas dalam tahun ini.
"Kita baru masukin RBB, tapi belum presentasi, lagi minta waktu Danantara. (Targetnya) tahun ini," kata Nixon.
Rencana akuisisi asuransi ini sejalan dengan ambisi BTN untuk membentuk ekosistem keuangan yang lebih komprehensif. Berdasarkan dokumen rencana bisnis perusahaan, BTN telah menyiapkan dua aksi korporasi besar yang ditargetkan rampung pada semester II-2026.
Pertama, pendirian atau akuisisi entitas asuransi dengan kebutuhan modal sekitar Rp250 miliar. Fokus utamanya adalah menyediakan asuransi kerugian dan penjaminan kredit yang terintegrasi dengan produk KPR. Kedua, penyiapan investasi besar berkisar Rp3-Rp5 triliun untuk mendirikan perusahaan pembiayaan (multifinance).
Langkah-langkah ini diprediksi akan menjadi pendongkrak utama target laba bersih BTN yang dibidik tumbuh agresif di level 20–22 persen pada tahun 2026.
(Rahmat Fiansyah)










