The Fed Tahan Suku Bunga, Powell Sebut Ada Sinyal Prospek Ekonomi AS
IDXChannel - Bank Sentral AS (Federal Reserve) pada hari Rabu mempertahankan suku bunga kebijakan tetap stabil seperti yang diperkirakan.
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan data yang masuk menunjukkan adanya peningkatan dalam prospek ekonomi AS. Namun, Powell menolak untuk berkomentar tentang penyelidikan pemerintahan Trump terhadap bank sentral.
Dilansir dari laman Investing Kamis (29/1/2025), Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mempertahankan suku bunga dana federal pada 3,50-3,75 persen. Keputusan tersebut sempat mendapat dua perbedaan pendapat dari Gubernur Stephen Miran dan Christopher Waller.
"Seperti yang diperkirakan, The Fed mempertahankan suku bunga tetap. Mengingat stabilisasi yang mereka catat di pasar tenaga kerja dan tingkat pengangguran, serta tingkat inflasi yang masih tinggi dibandingkan target, tampaknya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga semakin tertunda hingga 2026," kata Stephen Kolano dari Integrated Partners.
Adapun keputusan ini juga diambil setelah FOMC melakukan pemotongan suku bunga total sebesar 75 basis poin menjelang akhir tahun lalu. Dia menambahkan, berdasarkan probabilitas pasar, penurunan suku bunga The Fed berikutnya kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Juni setelah ketua The Fed yang baru menjabat. "Namun siapa orang tersebut masih menjadi pertanyaan terbuka," katanya Kolano.
Dalam konferensi persnya, Powell mengatakan bahwa kebijakan lebih lanjut akan diambil berdasarkan setiap pertemuan. Namun, tampaknya para pelaku pasar lebih tertarik untuk melihat apakah Powell akan membahas surat panggilan dari Departemen Kehakiman AS terkait renovasi gedung kantor Fed.
Pada awal bulan ini, Powell menanggapi panggilan pengadilan dengan merilis pernyataan publik yang mengklaim bahwa investigasi tersebut merupakan hukuman karena tidak menetapkan suku bunga sesuai preferensi Presiden Donald Trump. Dalam konferensi pers hari Rabu, Ketua Fed mengatakan bahwa ia tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan.
Presiden Trump telah lama berselisih dengan Powell dan ecara terbuka mengejeknya karena tidak menurunkan suku bunga dan mengancam akan memecatnya.
Bagi Wall Street, keputusan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, dan reaksi terhadap konferensi pers Powell cenderung tenang setelah penolakannya untuk membahas investigasi tersebut.
(kunthi fahmar sandy)










