Pemerintah Kecam Serangan Israel ke Gaza: Pelanggaran Gencatan Senjata
IDXChannel - Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras serangan berulang yang dilakukan Israel di sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Akibat serangan tersebut, 37 warga Palestina tewas.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku.
“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik,” tulis Kemlu di akun resmi X-nya, Minggu (1/2/2026).
Kemlu menegaskan, serangan yang dilancarkan Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap komitmen gencatan senjata yang telah disepakati bersama.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” ujarnya.
Indonesia menyerukan agar Israel menjalankan kewajibannya untuk menghormati gencatan senjata secara penuh.
“Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut,” ungkapnya.
Persib Bandung Harap Bobotoh Patuhi Larangan Suporter Tandang: Jangan Hadir di Markas Persik Kediri!
Kemlu menambahkan, pelanggaran sepihak tidak hanya memperparah kondisi kemanusiaan di Gaza, tetapi juga menghambat upaya menuju stabilitas dan penyelesaian politik jangka panjang.
“Pelanggaran sepihak tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan dan secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan,” kata dia.
Sebelumnya, 37 warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan udara jet tempur Israel yang menargetkan berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak Sabtu (31/1/2026) dini hari.
Ini merupakan pelanggaran gencatan senjata yang kesekian kalinya oleh militer Zionis setelah kesepakatan berlaku sejak Oktober lalu.
Badan Pertahanan Sipil di Gaza mengonfirmasi dalam pernyataan terbarunya bahwa serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak Sabtu subuh telah menewaskan 32 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.
Lima warga Palestina, tiga anak dan dua perempuan, tewas, dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah apartemen tempat tinggal di lingkungan Rimal di Gaza barat, menurut sumber medis kepada Anadolu, Minggu (1/2/2026).
Tujuh warga Palestina lainnya, seorang pria, tiga putranya, dan tiga cucunya yang masih kecil, tewas dalam serangan udara Israel lainnya yang menargetkan sebuah tenda yang menampung pengungsi di daerah Asdaa di barat laut Khan Younis di Gaza selatan, menurut paramedis di Rumah Sakit Nasser di kota tersebut.
Menurut saksi mata, beberapa warga Palestina juga terluka dalam serangan Israel yang menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal di lingkungan al-Tuffah di timur Gaza.
Jet-jet tempur Israel juga melakukan serangan udara di Jalan al-Jalaa di barat laut Gaza, serta dua serangan di timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.
Menurut laporan koresponden Anadolu, sebuah jet tempur Israel melakukan serangan udara terhadap gedung administrasi kamp Ghaith, yang menampung ratusan pengungsi, di dekat Al-Ribat College di Jalan 2 di daerah Al-Mawasi, Khan Younis.
(Febrina Ratna Iskana)










