Kementan Siapkan 4 Juta Dosis Vaksin PMK di 2026, Jabar Jadi Prioritas

Kementan Siapkan 4 Juta Dosis Vaksin PMK di 2026, Jabar Jadi Prioritas

Berita Utama | idxchannel | Minggu, 8 Februari 2026 - 17:24
share

IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara nasional sepanjang 2026. 

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa mengungkapkan, sebanyak 80 persen dialokasikan untuk zona pemberantasan, 15 persen untuk zona pengendalian, dan 5 persen disiapkan sebagai stok cadangan.

Sebanyak 151 ribu dosis vaksin telah digelontorkan untuk Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika kasus PMK yang marak terjadi di Jawa Barat, yang mana hingga 1 Februari 2026, tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat.

Kondisi tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu wilayah prioritas pengendalian, mengingat tingginya populasi ternak serta intensitas lalu lintas ternak antarwilayah.

“Pada Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin PMK, sedangkan keseluruhan sisanya akan didistribusikan pada pengiriman berikutnya. Selanjutnya, alokasi vaksin untuk kabupaten dan kota di Jawa Barat akan dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat,” kata Hendra, Minggu (8/2/2026).

Dia menjelaskan, alokasi ini dibagi ke dalam dua periode, yakni Januari-Maret dan Juli-Agustus dengan masing-masing sebanyak 75.500 dosis. Pada pengiriman Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis vaksin, sementara sisa alokasi akan didistribusikan secara bertahap.

Hendra mengingatkan pelaksanaan vaksinasi harus selalu disertai dengan penerapan biosekuriti secara konsisten. Biosekuriti berperan penting dalam mencegah masuk dan menyebarnya virus melalui manusia, peralatan, kendaraan, maupun lalu lintas ternak.

“Vaksinasi dan biosekuriti merupakan satu kesatuan dalam memutus rantai penularan PMK. Oleh karena itu, upaya vaksinasi harus dibarengi dengan penerapan biosekuriti yang disiplin dan berkelanjutan,” kata dia.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik