Proyek Energi Angin dan Surya Global Tumbuh 11 Persen 2025
IDXChannel - Jumlah proyek tenaga angin dan surya baru tumbuh 11 persen secara global pada 2025.
Menurut data dari Global Energy Monitor (GEM), angkanya turun dari 22 persen pada tahun sebelumnya.
"Pengembang tenaga angin mengalami hambatan politik dan serangkaian kegagalan lelang di negara-negara kaya," kata Analis GEM Diren Kocakusak, dilansir dari AFP pada Sabtu (14/2/2026).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memblokir proyek tenaga angin sejak kembali ke Gedung Putih awal tahun lalu. Dia dikenal dengan antipatinya terhadap energi terbarukan.
Riset GEM juga menemukan bahwa hanya sebagian kecil pertumbuhan tenaga angin dan surya berasal dari negara-negara G7 yang kaya. Pusat pertumbuhan sekarang bergeser secara signifikan ke negara-negara berkembang.
Seperti yang telah terjadi selama bertahun-tahun, China memperluas kapasitas energi terbarukan dalam skala yang jauh lebih tinggi dibanding negara lain.
China menyumbang sekitar sepertiga dari pertumbuhan kapasitas global pada 2025. Angkanya mencapai sekitar 1,5 terawatt, lebih banyak daripada gabungan enam negara di bawahnya. (Wahyu Dwi Anggoro)










