Wamen HAM Mugiyanto Terjebak Tiga Hari di Qatar Usai AS-Israel Serang Iran

Wamen HAM Mugiyanto Terjebak Tiga Hari di Qatar Usai AS-Israel Serang Iran

Berita Utama | idxchannel | Selasa, 3 Maret 2026 - 12:44
share

IDXChannel - Wakil Menteri (Wamen) Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto mengungkap bahwa situasi di Qatar hingga saat ini belum kondusif usai serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran.

Salah satu kondisi yang terjadi, kata dia, ruang udara di Qatar hingga saat ini masih ditutup.

"Ini adalah hari ketiga kami terdampar di Doha, di Qatar, dalam perjalanan kami yang seharusnya adalah menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa," kata Mugiyanto dalam sebuah video yang diunggah Kemenham di akun Instagramnya, Selasa (3/3/2026).

Sampai hari ketiga, kata dia, situasinya masih belum kondusif. Bahkan, belum ada kepastian kapan ruang udara di Qatar dan di negara-negara sekitar kawasan ini akan dibuka.

"Kami hanya bisa berharap mudah-mudahan segera, mudah-mudahan segera dipulihkan ruang udara, wilayah udara di Qatar dan negara-negara sekitar dan perdamaian bisa segera terwujud," katanya.

Mugiyanto menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterima dari Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Qatar, ada lebih dari 100 orang yang berada di Doha, tepatnya di Bandara Hamad.

"Selain yang berada di Doha, Qatar, ada juga puluhan bahkan ratusan para warga negara Indonesia yang juga terdampar. Ada yang di Uni Emirat Arab di Dubai, ada juga yang di Kuwait, di Arab Saudi, di Bahrain, dan kita semua tidak bisa terbang, tidak bisa melanjutkan perjalanan," tuturnya.

Tak hanya itu, kata dia, warga Indonesia yang berada di negara-negara sekitar ini, semua memiliki kekhawatiran yang sama terkait keamanannya. Bahkan, negara seperti Qatar ini telah meminta untuk tidak boleh ada yang keluar rumah.

"Kami berharap, kita semua yang berada di wilayah terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan saja situasi ini segera membaik, dan kita ikuti saja apa yang menjadi kebijakan-kebijakan dan juga arahan dari bapak-bapak duta besar dan juga otoritas setempat," katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik