Anak Pengguna Internet Indonesia Kelima Terbesar Sedunia, Komdigi Tegaskan Pentingnya Proteksi

Anak Pengguna Internet Indonesia Kelima Terbesar Sedunia, Komdigi Tegaskan Pentingnya Proteksi

Terkini | idxchannel | Kamis, 12 Maret 2026 - 15:20
share

IDXChannel—Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan Indonesia memiliki jumlah anak pengguna internet kelima terbesar di dunia, selaras dengan status Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna internet terbanyak. 

Oleh sebab itu, dia menilai pemanfaatan internet untuk anak perlu diawasi dan dilindungi. Anak-anak juga harus dibimbing agar dapat memanfaatkan teknologi sesuai dengan kesiapan mental dan kognitif. 

“Sehingga tentu kita harus memproteksi jumlah anak-anak yang besar ini agar tidak hanya dimanfaatkan oleh industri, tapi justru kita, anak-anak, memanfaatkan sebaik-baiknya teknologi sesuai dengan kesiapan,” ucap Meutya, Kamis (12/3/2026). 

“Indonesia itu salah satu pengguna internet terbesar di dunia. Kurang lebih ada 220 juta orang terkoneksi ke internet. Dari situ, pengguna anak di Indonesia juga salah satu yang terbesar di dunia, nomor 5,” tambahnya. 

Meutya mengungkapkan, proteksi terhadap anak kini telah diupayakan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tunuh Menteri terkait Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi digital dan Kecerdasan Artifisial. 

Pedoman tersebut mengatur kriteria usia anak sebagai bentuk kesiapan dalam mengakses teknologi digital. SKB dan pedoman ini juga selaras dengan PP No. 17/2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).

Menurutnya, membagi kesiapan anak sesuai kriteria umur ini menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun ekosistem digital yang baik bagi anak.

“Jadi, tunggu anak siap (TUNAS) ini tidak hanya berlaku di PP Tunas yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yang terkait dengan media sosial. Namun, kita juga melihat bagaimana pembagian usia untuk penggunaan atau pemanfaatan AI di bidang pendidikan. Karena sekali lagi, semua macam teknologi itu harus dilihat kesiapan anaknya bagaimana,” pungkas dia.

(Nadya Kurnia)

Topik Menarik