Rusia Desak AS Cabut Lebih Banyak Sanksi Minyak
IDXChannel - Rusia mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mencabut lebih banyak sanksi terhadap ekspor minyaknya.
Dilansir dari France24 pada Minggu (15/3/2026), Moskow mengatakan bahwa tindakan itu akan menstabilkan pasar energi global yang terguncang oleh perang di Timur Tengah.
Washington baru-baru ini melonggarkan beberapa sanksi yang dikenakan atas minyak Rusia. Hal itu memicu reaksi keras dari sejumlah sekutu AS yang mengatakan bahwa hasil penjualan minyak Rusia mendanai perang di Ukraina.
Namun, serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan balasan Teheran di seluruh wilayah Teluk melumpuhkan lalu-lintas kapal di Selat Hormuz.
Selat itu penting bagi pasokan energi dunia. Penutupannya menyebabkan lonjakan harga minyak global.
Amerika Serikat untuk sementara mengizinkan penjualan minyak dari Rusia—salah satu produsen dan eksportir minyak terbesar di dunia—yang berada di laut, karena harga minyak bertahan di atas USD100 per barel.
"Tindakan seperti itu oleh Amerika Serikat, sampai batas tertentu, akan membantu menstabilkan pasar," kata Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah konferensi pers.
"Tanpa volume minyak Rusia yang signifikan, stabilisasi pasar tidak mungkin dilakukan," katanya.
Rusia bisa keluar sebagai pemenang besar dari perang di Timur Tengah.
Setiap tambahan USD11 per barel pada harga minyak akan memberi Rusia tambahan pendapatan sebesar USD28 miliar per tahun. (Wahyu Dwi Anggoro)









