Harga Minyak Memanas, China Pilih Batasi Kenaikan BBM Demi Jaga Stabilitas

Harga Minyak Memanas, China Pilih Batasi Kenaikan BBM Demi Jaga Stabilitas

Terkini | idxchannel | Selasa, 24 Maret 2026 - 06:24
share

IDXChannel - China melakukan intervensi untuk meredam kenaikan harga bahan bakar dengan menaikkan batas harga eceran bensin dan solar yang diatur pemerintah. Namun, kenaikannya dibatasi hanya sekitar setengah dari yang seharusnya berlaku menurut mekanisme penetapan harga pemerintah.

Meski begitu, penyesuaian akibat kenaikan harga minyak imbas perang AS–Israel versus Iran ini tetap menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, mendorong batas harga mendekati level pada 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Melansir Reuters, Senin (23/3/2026), Badan perencana negara, National Development and Reform Commission (NDRC) menyatakan bahwa mereka akan menaikkan harga eceran maksimum bensin sebesar 1.160 yuan (USD167,93) per metrik ton dan solar sebesar 1.115 yuan per metrik ton, mulai tengah malam pada Senin.

NDRC meninjau harga bensin dan solar setiap 10 hari kerja dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan harga minyak mentah internasional, dengan mempertimbangkan biaya pengolahan rata-rata, pajak, biaya distribusi, serta margin keuntungan yang wajar.

Di bawah mekanisme harga saat ini, harga bensin dan solar seharusnya naik masing-masing sebesar 2.205 yuan per metrik ton dan 2.120 yuan per metrik ton.

“Untuk meredam dampak, mengurangi beban pengguna di hilir, dan mendukung stabilitas ekonomi serta sosial, otoritas memperkenalkan kontrol sementara dalam kerangka penetapan harga yang ada,” kata badan perencana tersebut dalam pengumuman.

Harga minyak naik pada hari Senin setelah Garda Revolusi Iran mengatakan mereka akan menargetkan pembangkit listrik Israel dan fasilitas yang memasok pangkalan AS di Timur Tengah sebagai balasan atas serangan terhadap sektor kelistrikan Iran.

Harga minyak Brent naik USD1,57 menjadi USD113,76 per barel pada pukul 07.31 waktu setempat. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berada di USD101,32 per barel, naik USD3,09 atau 3,15 persen. 

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik