Laba BYD Turun 19 Persen pada 2025, Capai Rp80 Triliun

Laba BYD Turun 19 Persen pada 2025, Capai Rp80 Triliun

Terkini | idxchannel | Senin, 30 Maret 2026 - 14:40
share

IDXChannel - Produsen mobil listrik China, BYD, mencetak laba tahunan sebesar 32,6 miliar yuan atau sekitar Rp80 triliun pada 2025.

Dilansir dari AP pada Senin (30/3/2026), angkanya turun 19 persen dibandingkan dengan 2024. Ini merupakan penurunan laba tahunan pertama BYD sejak 2021.

BYD baru-baru ini dinobatkan sebagai produsen kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia, menyalip Tesla asal Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, penjualan tahunan BYD naik sebesar 3,5 persen menjadi 804 miliar yuan atau sekitar Rp1.900 triliun pada 2025. Ini rekor penjualan tahunan tertinggi perusahaan.

BYD akhir-akhir ini melakukan ekspansi besar-besaran ke pasar global, termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Eropa. Pasalnya, persaingan di pasar EV China semakin ketat.

Para analis sebelumnya memperkirakan BYD bakal menghadapi kondisi bisnis yang lebih menantang di masa depan, terutama karena ketatnya persaingan di China dan hambatan perdagangan di luar negeri.

Namun, harga minyak dan bensin yang lebih tinggi karena perang Iran mulai menghidupkan kembali minat pada energi terbarukan.

Menurut para analis, peningkatan teknologi yang signifikan bisa menjadi kunci untuk mendominasi pasar. Pada awal Maret, BYD meluncurkan generasi baru baterai EV "blade" yang dapat mencapai pengisian daya hampir penuh dalam sembilan menit. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik