Harga Emas Naik Dua Hari Beruntun, Fokus Pasar ke Perang dan Suku Bunga

Harga Emas Naik Dua Hari Beruntun, Fokus Pasar ke Perang dan Suku Bunga

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 31 Maret 2026 - 07:34
share

IDXChannel - Harga emas dunia naik dua hari berturut-turut pada perdagangan Senin (30/3/2026) seiring meningkatnya permintaan aset safe haven.

Meski begitu, harga masih diperkirakan mencatat penurunan bulanan karena konflik Timur Tengah mendorong ekspektasi inflasi dan suku bunga global yang lebih tinggi.

Emas spot naik 0,35 persen menjadi USD4.511,01 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak November pada awal pekan lalu.

Analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan perang yang masih memanas tanpa tanda-tanda penyelesaian mendorong kenaikan harga emas karena meningkatnya permintaan safe haven.

Menurut dia, fokus pasar dalam jangka pendek akan tertuju pada perkembangan perang, harga minyak mentah, imbal hasil obligasi, dan indeks dolar AS.

Melansir dari Reuters, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan, fasilitas energi dan sumur minyak Iran akan dihancurkan jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz, setelah Teheran menilai proposal perdamaian AS tidak realistis dan meluncurkan gelombang rudal ke Israel.

Sepanjang Maret, harga emas telah turun lebih dari 14 persen dan diperkirakan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak 2008, karena lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi serta mendorong pasar meninjau ulang ekspektasi suku bunga.

Emas kerap digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, namun tidak memberikan imbal hasil sehingga kurang menarik ketika suku bunga tinggi.

Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell mengatakan bank sentral AS masih dapat menunggu untuk melihat dampak perang Iran terhadap perekonomian dan inflasi.

The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan overnight di kisaran 3,50-3,75 persen pada awal bulan ini.

Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini, termasuk data lowongan kerja, penjualan ritel, laporan ketenagakerjaan ADP, dan nonfarm payrolls.

Analis pasar City Index dan FOREX.com Fawad Razaqzada menilai area USD4.700-USD4.750 menjadi zona uji bagi pemulihan jangka pendek emas.

Ia mengingatkan, jika harga emas gagal menembus area tersebut, reli berisiko kembali memudar seperti yang terjadi pada beberapa kenaikan sebelumnya.

Di logam lainnya, perak spot naik 1 persen ke USD70,27 per ons, platinum spot menguat 1,6 persen ke USD1.891,71, dan palladium melonjak 2,9 persen ke USD1.416,47 per ons. (Aldo Fernando)

Topik Menarik