Bahlil Ungkap Progres Terkini Kajian Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi
IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana kenaikan BBM nonsubsidi hingga saat ini masih dalam kajian pemerintah. Meskipun harga minyak dunia telah menyentuh USD100 per barel.
Bahlil menuturkan, pembahasan terkait penyesuaian harga BBM telah dilakukan bersama oleh SPBU swasta. Namun, hingga saat ini belum menemukan titik terang untuk melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi.
"Nanti kita akan menjelaskan di saat sudah melakukan penyelesaian, exercise ya. Exercise sedikit lagi," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, ditulis Sabtu (11/4/2026).
Pada kesempatan yang berbeda, Bahlil mengaku heran jika ada orang yang justru mempertanyakan mengapa harga BBM tidak naik meski harga minyak dunia tengah melonjak. Padahal, APBN dinilai masih mampu menopang fluktuasi harga minyak yang terjadi.
"Ada orang mempertanyakan kenapa harga BBM tidak naik. Saya kadang bingung juga, ini sesama orang pintar begitu. Kalau BBM naik protes, BBM tidak naik protes juga. Ini cocok hidup di alam mana, jadi bingung saya," kata Bahlil.
Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia juga berdampak pada peningkatan potensi Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) khususnya di sektor migas, yang masih mampu menopang harga BBM.
Berdasarkan hitungan sementara, target PNBP sektor migas 2026 dengan asumsi harga minyak dunia USD70 sekitar USD10,8 miliar atau setara Rp184 triliun. Sedangkan dengan kenaikan harga minyak USD100 per barel, maka potensi PNBP yang bisa diperoleh meningkat menjadi USD17,6 miliar atau setara Rp300 triliun (mengacu kurs Rp17.090 per USD).
"Jadi aman lah, kita tidak membesarkan defisit kok dengan kenaikan harga minyak. Untuk rakyat kecil, perintah Presiden Prabowo apapun harus kita lakukan untuk kita jaga suasana kebatinan mereka," kata dia.
(Dhera Arizona)










