BSI (BRIS) Serap 60 Persen Penjualan Emas ANTM di 2025
IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) resmi memperluas sinergi strategis mereka untuk mempercepat terbentuknya ekosistem emas terintegrasi di Indonesia.
Langkah ini menandai babak baru bagi kedua BUMN dalam mendorong monetisasi emas melalui layanan bullion bank yang lebih modern dan digital.
Dalam seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin (13/4/2026), terungkap betapa besarnya ketergantungan ekosistem ini terhadap peran BSI. Sepanjang tahun 2025, BSI tercatat menyerap lebih dari 60 persen porsi penjualan emas ANTM pada kategori pihak berelasi.
Jika dibandingkan dengan total keseluruhan kategori penjualan emas ANTM secara umum, serapan BSI mencapai angka sekitar 11 persen.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna menegaskan kolaborasi ini merupakan titik akselerasi bagi bisnis emas perseroan, terutama setelah mengantongi izin sebagai bullion bank.
“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan ANTM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTM. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” ujar Anton.
Ekspansi agresif BSI di sektor emas tercermin dari lonjakan basis nasabah yang sangat tajam. Per Maret 2026, nasabah layanan bullion BSI telah mendekati angka 1 juta, atau tumbuh luar biasa sebesar 658 persen secara tahunan (YoY). Sementara itu, peminat produk cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu nasabah, tumbuh 54,67 persen YoY.
Kerja sama terbaru ini akan mencakup perluasan perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga edukasi investasi bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, ANTM selaku produsen berkomitmen menjaga stabilitas pasokan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meroket.
Direktur Komersial ANTM, Handi Sutanto menuturkan pada tahun 2025, ANTM memproduksi sekitar 743 kg emas dengan volume penjualan yang menembus lebih dari 37 ton.
5 Bek Timnas Indonesia yang Cocok Jadi Tandem Jay Idzes di FIFA Series 2026, Nomor 1 Paling Dinanti!
“Sebagai produsen emas logam mulia, ANTM berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pasokan emas yang berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis. Pada tahun 2025, ANTAM mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas. Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis ANTAM dalam memenuhi kebutuhan emas nasional,” tutur Handi.
Handi menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar emas tidak hanya menjadi simpanan pasif, tetapi dapat dimonetisasi secara optimal bagi perekonomian.
“Ke depan, ANTM memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” kata dia.
Sinergi ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bagian dari dukungan terhadap program Astacita Pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui industri bullion yang berdaya saing global.
Dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), BSI dan ANTM berambisi membawa investasi emas nasional "naik kelas" melalui sistem yang lebih inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
(kunthi fahmar sandy)










