Bongkar Mafia Pangan, Mentan Desak Pengusutan Dalang di Balik 23,1 Ton Pangan Ilegal

Bongkar Mafia Pangan, Mentan Desak Pengusutan Dalang di Balik 23,1 Ton Pangan Ilegal

Terkini | idxchannel | Sabtu, 18 April 2026 - 15:14
share

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan Bareskrim Polri mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyelundupan 23,1 ton komoditas pangan di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia menegaskan penanganan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan.

“Kami minta diusut sampai ke akar. Aktor intelektualnya harus dibongkar. Ini jaringan besar, bukan kasus biasa,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita sejumlah komoditas ilegal, meliputi 2,1 ton bawang merah asal Thailand, 9,1 ton bawang putih dari China, 7,9 ton bawang bombai asal Belanda, 1,6 ton bawang bombai dari India, serta 2,2 ton cabai kering asal China.

Amran menilai kasus di Pontianak hanya sebagian kecil dari praktik penyelundupan pangan yang lebih luas dan terorganisir. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat juga menggagalkan penyelundupan besar di berbagai daerah, di antaranya 133,5 ton bawang bombai ilegal di Semarang, 72 ton di Surabaya, 250 ton beras ilegal di Sabang, serta sekitar 1.000 ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.

“Polanya sama, berulang, dan terorganisir. Ini yang kami sebut mafia pangan. Skalanya sudah ratusan hingga ribuan ton, artinya ada kekuatan besar di belakangnya,” kata Amran.

Dia juga menyoroti adanya pihak-pihak yang diduga berupaya mengganggu upaya kemandirian pangan nasional. Praktik penyelundupan dinilai dapat merusak stabilitas pasar dan menekan produksi dalam negeri.

“Ada pihak yang tidak menginginkan Indonesia swasembada pangan. Mereka terus mencari celah untuk merusak pasar dan melemahkan produksi domestik,” ujarnya.

Amran menegaskan Indonesia saat ini telah mencapai swasembada bawang merah. Masuknya produk ilegal dinilai merugikan petani karena berpotensi menekan harga di pasar.

Ia juga menyoroti kondisi petani cabai yang kerap menghadapi anjloknya harga saat panen raya. Menurutnya, praktik penyelundupan akan semakin memperburuk kondisi tersebut.

“Petani cabai sering mengeluh harga jatuh saat panen. Jangan disakiti lagi, mereka harus dilindungi,” tandasnya.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik