Hashim Ungkap Asal-Usul MBG: Digagas Prabowo Sejak 20 Tahun Lalu

Hashim Ungkap Asal-Usul MBG: Digagas Prabowo Sejak 20 Tahun Lalu

Terkini | idxchannel | Minggu, 19 April 2026 - 22:34
share

IDXChannel - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, membeberkan asal-usul di balik program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hashim menyebut gagasan tersebut bukanlah janji kampanye mendadak, melainkan kepedulian yang sudah dipikirkan Prabowo sejak 20 tahun lalu.

Dalam sambutannya di hadapan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Pemusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Hashim mengenang momen pada 2006 ketika Prabowo mulai merasa cemas dengan masa depan bangsa akibat tingginya angka stunting saat itu.

“Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu, Prabowo waktu itu belum ada partai, belum ada Partai Gerindra, belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai,” ujar Hashim dalam sambutannya dilihat dari YouTube ABPEDNAS TV, Minggu (19/4/2026).

Menurut Hashim, pada saat itu data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan angka stunting di Indonesia mencapai 30 persen. Prabowo pun melihat tingginya angka stunting sebagai ancaman serius bagi masa depan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

“Namun waktu itu Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita. Waktu itu 2006 saya ingat, 30 persen ini menurut Kementerian Kesehatan waktu itu, 30 persen anak-anak Indonesia waktu itu menderita dari kondisi namanya stunting.”

“Sewaktu itu Prabowo bilang ke saya, kalau ini tidak bisa ditanggulangi kondisi yang berat ini kita bisa bayangkan 20 tahun kemudian, dia bilang 30 persen angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu adalah orang-orang yang menderita stunting,” lanjutnya.

Hashim menekankan bahwa dampak stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan kapasitas intelektual. Ia membandingkan rata-rata IQ penderita stunting yang berada di angka 72, jauh di bawah rata-rata manusia normal yang berada di angka 100.

“Sekarang 20 tahun dari 2006, sekarang jangan-jangan 30 persen dari para pekerja kita di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita stunting. Coba, dengan IQ rata-rata yang saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100,” ungkap Hashim yang juga merupakan adik kandung Presiden Prabowo itu.

Oleh karena itu, Hashim menegaskan bahwa program MBG menjadi langkah strategis untuk memutus rantai stunting dan meningkatkan kecerdasan generasi mendatang, terutama bagi anak-anak yang selama ini mengalami hambatan pertumbuhan.

Terkait pelaksanaan program MBG, Hashim tidak menampik adanya hambatan teknis di lapangan. Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang menyerang program ini.

“MBG ada salah satu program utama dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di sini kita lihat bahwa tulisan saja program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoax dengan kebohongan. Namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus,” kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik