Di Tengah Krisis Global, Ketahanan Pangan Topang Stabilitas Ekonomi RI

Di Tengah Krisis Global, Ketahanan Pangan Topang Stabilitas Ekonomi RI

Terkini | idxchannel | Senin, 20 April 2026 - 17:24
share

IDXChannel - Ketahanan pangan yang semakin kuat menjadi salah satu penopang penting stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Pemerintah menilai keberhasilan menjaga pasokan pangan berkontribusi langsung terhadap daya tahan ekonomi nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, dunia tengah menghadapi tiga krisis besar, pangan, energi, dan air yang berpotensi menekan perekonomian global. Namun, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih aman.

Penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga 4,9 juta ton, yang segera mencapai 5 juta ton, tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan inflasi domestik.

Kokohnya stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tersebut juga disebut Amran sebagai persiapan menghadapi kemungkinan El Nino. Indonesia sudah berpengalaman menghadapi El Nino, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu (kemungkinan) 6 bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. (Tahun) 2015, 2023, 2024. (Sekarang) kita sudah siapkan lebih awal. Jadi insya Allah aman," kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Keputusan menghentikan impor beras sejak 2025 turut memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi tekanan terhadap devisa. Data United States Department of Agriculture (USDA) menunjukkan Indonesia mencatat penurunan impor beras terbesar secara global, mencapai 3,8 juta ton.

Di sisi lain, kinerja sektor pertanian juga memperlihatkan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) tanpa perikanan konsisten berada di atas 120 sejak Juli 2024, bahkan mencapai 126,11 tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Indeks harga yang diterima petani padi juga terus menguat, dengan posisi terbaru Maret 2026 di level 144,52, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan peningkatan pendapatan petani yang berkontribusi pada konsumsi domestik.

Dengan kombinasi swasembada pangan, penguatan produksi, dan peningkatan kesejahteraan petani, sektor pangan kini menjadi salah satu motor penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik