Begini Peran Industri Penerbangan dalam Mendorong Ekonomi RI Tembus 8 Persen di 2029
IDXChannel - Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) menilai industri penerbangan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8 persen pada 2029.
Ketua Umum Inaca Denon Prawiraatmadja mengatakan, hal tersebut seiring dengan upaya memperkuat konektivitas, meningkatkan mobilitas manusia dan barang, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata dan investasi.
Sebab, sektor aviasi merupakan tulang punggung dalam menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia yang secara geografis merupakan negara kepulauan. Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas ekonomi diyakini akan tumbuh lebih merata di berbagai daerah.
"Industri penerbangan tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga menjadi enabler bagi pertumbuhan ekonomi. Konektivitas yang kuat akan membuka peluang investasi, mempercepat distribusi logistik, serta mendorong sektor pariwisata," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, penguatan industri penerbangan perlu dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan ekosistem yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari regulator, operator bandara, maskapai, hingga penyedia energi dan institusi pendidikan harus berkolaborasi untuk menciptakan sistem yang efisien dan berkelanjutan.
Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam Indonesia Aero Summit 2026 yang akan digelar pada 8-9 Juli 2026 di Jakarta. Forum tersebut akan mengangkat tema Sustainable Aviation Ecosystem, yang menekankan pentingnya transformasi industri penerbangan secara menyeluruh.
Denon menjelaskan, keberlanjutan industri aviasi tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup efisiensi operasional, modernisasi infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) dan skema perdagangan karbon juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
"Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional, industri penerbangan harus mampu beradaptasi dengan perubahan global sekaligus meningkatkan daya saing. Di sinilah pentingnya kolaborasi lintas sektor," katanya.
Lebih lanjut, dia menekankan pertumbuhan industri penerbangan juga harus diimbangi dengan dampak sosial yang positif. Peningkatan konektivitas diharapkan mampu membuka akses ekonomi di daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Inaca optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi antar pemangku kepentingan, industri penerbangan Indonesia dapat menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
"Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi industri aviasi nasional agar lebih tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan," kata dia.
(Dhera Arizona)










