Bursa Asia Melemah, Ketegangan AS-Iran Picu Aksi Jual Investor
IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (11/6) pagi seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
Di saat yang sama, harga minyak melonjak sehingga mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham.
Hingga pukul 08.56 WIB, mayoritas indeks saham utama di kawasan Asia-Pasifik berada di zona merah. Indeks Nikkei Jepang turun 0,81 persen, Kospi Korea Selatan melemah 0,67 persen, dan S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,38 persen.
Indeks Shanghai Composite turun 0,13 persen, sementara Hang Seng Hong Kong melemah 0,24 persen. Berbeda, Straits Times Index (STI) Singapura relatif mendatar dengan kenaikan tipis 0,06 persen.
Sentimen pasar dibayangi oleh aksi militer terbaru Amerika Serikat terhadap Iran.
Militer AS pada Rabu melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran atas perintah Presiden Donald Trump.
Seorang pejabat senior AS mengatakan serangan tersebut menyasar sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Militer AS menyebut operasi tersebut sebagai serangan tambahan untuk membela diri sebagai respons atas apa yang disebut sebagai agresi Iran yang berkelanjutan.
Ketegangan kedua negara terus meningkat setelah pada awal pekan ini Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS di Selat Hormuz, yang kemudian dibalas Washington dengan serangkaian serangan terhadap fasilitas radar dan pertahanan udara Iran.
Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy Jorge Leon mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah eskalasi terbaru ini akan berkembang menjadi konflik yang lebih luas atau hanya episode ketegangan yang masih dapat dikendalikan.
"Beberapa hari ke depan akan menjadi periode yang sangat penting untuk menentukan apakah jalur diplomasi dapat kembali berjalan atau justru konflik memasuki fase eskalasi yang lebih berkepanjangan," ujarnya, dikutip Dow Jones Newswires.
Kekhawatiran terhadap pasokan energi global turut mendorong harga minyak lebih tinggi. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman terdekat naik 2,6 persen ke USD92,36 per barel, sedangkan Brent menguat 2,2 persen ke USD95,17 per barel.
Kepala Riset Pasar National Australia Bank Skye Masters mengatakan ketegangan yang berlanjut antara AS dan Iran, ditambah aksi jual tajam saham semikonduktor di Wall Street, menjadi faktor utama yang menekan sentimen investor pada perdagangan hari ini. (Aldo Fernando)










