IHSG Reli 3 Hari saat Asing Masih Net Sell, Tahan Berapa Lama?

IHSG Reli 3 Hari saat Asing Masih Net Sell, Tahan Berapa Lama?

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 11 Juni 2026 - 09:54
share

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat meski bergerak volatil pada perdagangan Kamis (11/6/2026) pagi.

Penguatan ini memperpanjang reli IHSG menjadi tiga hari berturut-turut, ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar dan emiten konglomerasi, meski investor asing masih mencatatkan aksi jual di pasar domestik.

Hingga pukul 09.37 WIB, IHSG naik 1,09 persen ke level 5.966,66. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp5,10 triliun dengan volume perdagangan 6,45 miliar saham.

Sebanyak 418 saham menguat, 204 saham melemah, dan 337 saham bergerak stagnan.

Meski indeks terus menguat, aliran dana asing masih menunjukkan tekanan. Pada perdagangan Rabu (10/6), investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp2,93 triliun di pasar reguler. Sehari sebelumnya, Selasa (9/6), nilai net sell asing juga mencapai Rp2,59 triliun.

Menariknya, aksi jual asing tersebut terjadi di tengah reli kuat IHSG. Dalam dua sesi perdagangan terakhir, indeks berhasil melonjak masing-masing 7,57 persen pada Selasa dan 2,71 persen pada Rabu.

Sebelumnya, pasar saham domestik tertekan oleh kombinasi sejumlah sentimen negatif, mulai dari aksi outflow investor asing, peringatan terkait transparansi pasar dari MSCI yang kemudian diikuti FTSE Russell, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh rekor terendah, ketidakpastian kebijakan di dalam negeri, hingga meningkatnya tensi geopolitik global.

Selama sebulan terakhir, IHSG masih merosot 14,35 persen, sedangkan sepanjang 2026 turun tajam 30,98 persen.

IHSG dinilai masih berpeluang melanjutkan penguatan setelah berhasil bangkit dari tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, menurut BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (11/6), pergerakan indeks kini memasuki fase krusial saat menguji area 6.000, yang akan menentukan apakah reli dapat berlanjut atau hanya menjadi penguatan sementara (relief rally).

BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen domestik saat ini cenderung mendukung pasar saham.

Salah satu pendorong utama adalah keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah tersebut dinilai berhasil memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset domestik.

Selain itu, keputusan pemerintah mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi dalam negeri.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan dari luar negeri, terutama meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Konflik tersebut berpotensi memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Dari sisi teknikal, IHSG berhasil melanjutkan rebound dan kini menguji area resistance di kisaran 5.900 hingga 6.000.

BRI Danareksa melihat momentum teknikal mulai membaik, tercermin dari indikator MACD yang kembali menguat dan mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang.

Jika mampu menembus level 6.000, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 6.215. Sebaliknya, level 5.700 menjadi area penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum kenaikan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik