MSCI Diperkirakan Pertahankan Status Indonesia di Emerging Market
IDXChannel - Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan statusnya sebagai pasar berkembang (emerging market) dalam evaluasi indeks global MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni.
Tim riset UOB Kay Hian Indonesia menilai, seperti dikutip Dow Jones Newswires, Rabu (17/6/2026), peluang Indonesia turun kelas menjadi pasar frontier (frontier market) relatif kecil, meski sebelumnya MSCI telah menyoroti sejumlah persoalan terkait kemudahan investasi di pasar saham domestik.
Pada akhir Januari, MSCI mengungkapkan adanya isu terkait keterbukaan akses pasar dan likuiditas saham Indonesia yang berpotensi memicu peninjauan ulang terhadap status Indonesia.
Jika terjadi perubahan klasifikasi, Indonesia akan turun satu tingkat dari posisi saat ini sebagai pasar berkembang.
Namun, sejumlah langkah perbaikan yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi pasar dan memperbaiki porsi saham beredar (free float) dinilai dapat menjadi faktor pendukung dalam evaluasi tersebut.
Meski demikian, MSCI kemungkinan masih akan melanjutkan pemantauan terhadap aksesibilitas pasar Indonesia.
Keputusan yang positif dalam peninjauan (review) Juni akan menjadi katalis jangka pendek yang dapat mendorong kembali minat investor asing sekaligus memperkuat sentimen terhadap pasar saham Indonesia.
Informasi saja, MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil Global Market Accessibility Review pada 18 Juni 2026 waktu Eropa, atau sekitar pukul 03.30 WIB pada 19 Juni 2026.
Sementara itu, keputusan Annual Market Classification Review akan diumumkan pada 23 Juni 2026 waktu Eropa atau sekitar pukul 03.30 WIB pada 24 Juni 2026.
Dalam review aksesibilitas pasar, investor akan mencermati apakah MSCI mencabut pembekuan yang sebelumnya diberlakukan terhadap pasar Indonesia.
Keputusan tersebut mencakup peluang dibukanya kembali penambahan konstituen ke dalam indeks MSCI, migrasi saham antarindeks, hingga perubahan pada Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Selain itu, pasar juga menunggu keputusan apakah Indonesia tetap mempertahankan status sebagai pasar berkembang (emerging market) atau berisiko turun menjadi pasar frontier (frontier market). (Aldo Fernando)








