Provident Investasi (PALM) Bagikan Dividen Rp3,2 per Saham, Totalnya Capai Rp50 Miliar

Provident Investasi (PALM) Bagikan Dividen Rp3,2 per Saham, Totalnya Capai Rp50 Miliar

Ekonomi | idxchannel | Rabu, 17 Juni 2026 - 18:34
share

IDXChannel - PT Provident Investasi Bersama Tbk (IDX: PALM) memutuskan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp50 miliar. Rasio pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) mencapai 2,97 persen  dari laba bersih 2025 sebesar Rp1,85 triliun.

Adapun, rasio dividen mencapai 0,99 persen dari harga saham hari ini, Kamis (17/6/2026) sebesar Rp322 per saham. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (17/6/2026).

"Sesuai dengan hasil RUPS tahun buku 2025 yang diselenggarakan hari ini, perusahaan telah memutuskan untuk membagikan dividen sekitar Rp50 miliar atau sebesar Rp3,2 per lembar saham. Itu sama dengan sekitar 2,9 persen dari net profit 2025," kata Direktur PALM, Ellen Kartika.

Ia menyebut, sepanjang tahun 2025, PALM mencatatkan laba bersih senilai Rp1,85 triliun atau meningkat 193 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas senilai Rp2,23 triliun.

Total aset perusahaan pada 2025 sebesar Rp9,19 triliun, naik 17 persen dari Rp7,87 triliun pada 2024. 

Memasuki 2026, PALM mempertahankan tren kinerja positifnya. Dalam tiga bulan pertama, perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp2,32 triliun, meningkat 263,3 persen dari kuartal 1-2025.

Peningkatan ini juga ditopang oleh lonjakan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar 287,2 persen menjadi Rp2,44 triliun. Total aset juga meningkat 25,6 persen menjadi Rp11,55 triliun dari Rp9, 19 triliun. 

“Kinerja 2025 dan kuartal I-2026 membuktikan bahwa strategi investasi aktif yang kami jalankan memberikan hasil yang konsisten. Kami membangun portofolio di sektor-sektor dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang," kata Ellen.

Ia mengungkap, kinerja PALM pada 2025 dan berlanjut di awal 2026 salah satunya dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan divestasi saham PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) melalui entitas anak PT Suwarna Arta Mandiri (SAM) pada September 2025.

Selain memberikan realisasi keuntungan yang besar, karena selisih nilai beli dan harga jual yang tinggi, divestasi ini memungkinkan PALM untuk pembayaran utang dipercepat untuk memperkuat struktur keuangan dan merestrukturisasi portofolio investasi ke depan.

Di tengah dinamika geopolitik global dan volatilitas pasar keuangan, PALM melakukan manajemen portofolio secara aktif dan adaptif. Salah satu cermin nyata dari pendekatan investasi aktif PALM adalah kepemilikannya pada dua entitas tambang kelas dunia yang beroperasi di Indonesia, yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

MDKA sebagai perusahaan pertambangan emas, perak, tembaga, dan nikel terintegrasi, berada dalam posisi yang menguntungkan di tengah tren harga komoditas logam mulia dan logam industri yang tetap tinggi secara global. Per 31 Maret 2026, PALM memegang 1,34 miliar saham MDKA dengan nilai wajar investasi mencapai Rp4,20 triliun.

PALM memperoleh saham MDKA pada harga rata-rata Rp512,53 per saham, sementara nilai wajar saat ini mencerminkan harga pasar Rp3.140 per saham. Investasi PALM pada saham MDKA telah meningkat 512,65 persen, artinya nilai investasi tumbuh menjadi lebih dari 5 kali lipat dari modal awal.

"Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, aset dengan karakteristik defensif dan memiliki fundamental kuat menjadi semakin menarik. MDKA merupakan salah satu contoh investasi yang kami nilai memiliki posisi strategis karena didukung eksposur terhadap komoditas emas yang saat ini menunjukkan tren positif,” ujar Ellen.

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik