Harga Pangan Global Turun Tipis pada Juni 2026, Dipimpin Gandum dan Gula

Harga Pangan Global Turun Tipis pada Juni 2026, Dipimpin Gandum dan Gula

Terkini | idxchannel | Senin, 6 Juli 2026 - 09:50
share

IDXChannel - Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukan bahwa harga komoditas pangan global sedikit menurun pada Juni 2026.

Dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (6/7/2026), penurunan harga serealia, gula, dan susu lebih besar daripada kenaikan harga minyak nabati dan daging.

Indeks Harga Pangan FAO, yang melacak perubahan bulanan harga internasional dari sejumlah komoditas pangan, mencapai 130,3 poin bulan lalu, turun 0,3 persen dari Mei.

Indeks tersebut tetap 1,7 persen di atas levelnya setahun sebelumnya, meskipun masih 18,7 persen di bawah puncaknya yanh dicatat pada Maret 2022.

Indeks Harga Serealia FAO turun 3,5 persen secara bulanan menjadi 110,2 poin, karena harga gandum dunia turun 4,4 persen berkat kemajuan panen yang cepat dan prospek pasokan yang membaik di wilayah Laut Hitam.

Harga jagung juga turun, tertekan oleh ekspektasi pasokan yang melimpah di Amerika Selatan dan harga minyak mentah yang lebih rendah yang membebani permintaan biofuel.

Indeks Harga Gula turun 5,7 persen dari Mei menjadi 89,7 poin, penurunan bulanan keempat berturut-turut.  FAO menyatakan bahwa penurunan harga etanol domestik di Brasil mendorong lebih banyak tebu dialihkan ke produksi gula, sehingga menambah tekanan penurunan pada harga gula internasional.

Sementara itu, Indeks Harga Susu turun 1,5 persen secara bulanan menjadi 117,4 poin, dengan penurunan harga di semua produk susu.

Sebaliknya, Indeks Harga Minyak Nabati naik 3,8 persen menjadi 192 poin, 23,3 persen lebih tinggi dari level tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan harga minyak sawit dan minyak rapeseed.

Indeks Harga Daging meningkat 0,4 persen dari bulan Mei dan 4,0 persen secara tahunan menjadi 131 poin, mencapai rekor tertinggi baru, dipimpin oleh kenaikan harga daging unggas dan domba.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut juga memperbarui prospek serealia, memperkirakan produksi serealia global pada 2026 sebesar 2,98 miliar ton, turun 1,9 persen dari rekor tahun lalu tetapi masih merupakan level tertinggi kedua dalam sejarah. (Wahyu Dwi Anggoro)

Topik Menarik