Pertamina Terapkan Teknologi CEOR Perdana di Lepas Pantai, Siap Tingkatkan Produksi Minyak
IDXChannel - PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) resmi memulai penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatera.
Langkah ini menjadi implementasi teknologi CEOR lepas pantai (offshore) pertama di Indonesia yang diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak dari lapangan yang telah memasuki fase matang (mature).
Teknologi CEOR berbasis polimer bekerja dengan menyuntikkan larutan polimer ke dalam reservoir minyak untuk meningkatkan sweep efficiency atau kemampuan mendorong minyak yang masih tertinggal di dalam batuan reservoir menuju sumur produksi. Dengan metode ini, minyak yang sebelumnya sulit diproduksi dapat diangkat lebih optimal sehingga meningkatkan recovery factor lapangan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan lapangan minyak yang telah berusia tua masih memiliki potensi besar apabila dikelola dengan inovasi dan teknologi yang tepat.
Wamenkum soal Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil Tak Wajib Mundur: Hadapi Perkembangan Zaman
"Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Melalui Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR), kita memperpanjang usia produktif reservoir dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional," ujar Simon dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).
Menurut Simon, penerapan CEOR juga mencerminkan perubahan strategi dalam menjaga ketahanan energi. Tidak hanya mengandalkan penemuan cadangan baru, tetapi juga mengoptimalkan produksi dari aset yang telah ada melalui pemanfaatan teknologi.
Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut injeksi polimer di Lapangan Rama menjadi tonggak penting dalam penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di sektor migas lepas pantai Indonesia.
"Ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Kami berharap teknologi ini mampu meningkatkan recovery factor sehingga berdampak pada kenaikan lifting minyak nasional," katanya.
Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek tersebut telah melalui berbagai kajian, mulai dari studi subsurface, pengujian laboratorium, desain rekayasa, analisis keekonomian hingga manajemen risiko. Proses penilaian juga melibatkan para ahli EOR dari SKK Migas dan Pertamina guna memastikan kesiapan dari aspek teknis, operasional, dan keselamatan.
PHE OSES menargetkan manfaat penuh proyek CEOR di Lapangan Rama dapat direalisasikan hingga 2030. Selain meningkatkan produksi minyak, proyek ini juga akan menjadi proyek percontohan untuk mengumpulkan data operasional dan menjadi acuan pengembangan teknologi chemical EOR di lapangan migas lepas pantai lainnya di Indonesia.
Keberhasilan implementasi teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui optimalisasi lapangan-lapangan minyak yang telah memasuki fase matang.
(NIA DEVIYANA)










