Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam 100 Persen, Operasi Lanjut ke Pendinginan
IDXChannel—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang sudah berhasil dipadamkan.
"Hingga Kamis malam (9/7/2026), pukul 19.30 WIB, lahan utama TPA Jatiwaringin seluas ±15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan (pembasahan) intensif," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Abdul Muhari mengatakan meskipun area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah di luar kawasan TPA (dekat situ/danau).
"Sementara itu, kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing per pukul 19.00 WIB," ujarnya.
Percepatan penanganan ini didukung secara legal melalui Keputusan Bupati Kabupaten Tangerang Nomor 609/2026 mengenai Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran TPA Jatiwaringin, serta Keputusan Nomor 613/2026 tentang Satuan Tugas Penanganan Darurat.
Aam mengatakan untuk memastikan pemadaman berjalan cepat, BNPB memberikan dukungan penuh berupa empat unit Helikopter Water Bombing (WB) dengan rincian capaian operasional harian per tanggal 9 Juli 2026 sebagai berikut:
- Mi-8AMT (Reg. RA-22834): Melaksanakan 1 sorti dengan jam terbang 3 jam 58 menit, melakukan 45 kali water bombing (180.000 liter).
- Sikorsky UH60A (Reg. N-274TH): Melaksanakan 2 sorti dengan total jam terbang 5 jam 43 menit, melakukan 54 kali water bombing (216.000 liter).
- Sikorsky UH60L (Reg. N137WZ): Melaksanakan 2 sorti dengan total jam terbang 8 jam 04 menit, melakukan 88 kali water bombing (352.000 liter).
- Mi-8 MSBT (Reg. UR-VBC): Hari ini dilaporkan unserviceable (perbaikan teknis).
Selain dukungan udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik dan peralatan darat darurat berupa 500 liter Enviro Class A Foam (cairan racun api), 60 unit PT 5000, 25 roll selang (@30 m), 3 unit pompa mini striker, 5 set sumbut, serta 50 unit Handy Talkie (HT) yang telah didistribusikan kepada tim di lapangan.
"Untuk warga dan petugas, diserahkan bantuan berupa 100 paket sembako, 100 lembar kaos BNPB, dan 150 pasang sepatu boot operasional," paparnya.
Lebih lanjut, Aam mengatakan giat pemadaman pada sorti pertama dimulai pukul 08.00-12.00 WIB dengan mengerahkan tiga unit helikopter WB berkolaborasi dengan jajaran Damkar daerah.
"Di tengah operasi, helikopter register N-274TH melakukan prosedur Return to Base (RTB) karena terkendala masalah teknis pada bucket. Selanjutnya, pada sorti kedua (pukul 13.30 WIB) operasi dilanjutkan oleh 2 unit helikopter," ujarnya.
Di lini darat, kekuatan penuh yang dikerahkan melibatkan 50 unit armada Damkar Gabungan (Provinsi Banten, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangsel, TNI AD, dan swasta) serta 19 unit alat berat ekskavator yang berfungsi mengurai tumpukan sampah serta membuka akses jalan bagi petugas.
Tim Manggala Agni berkekuatan 38 personel dibantu unsur TNI/POLRI melakukan pemadaman spesifik dengan teknik penyisiran menggunakan cairan kimia Enviro Class A serta membuka jalur pipa baru langsung dari sumber air.
"Keamanan dan sistem penerangan malam hari di lokasi dioptimalkan oleh Sat Brimob dan Sat Samapta Polres setempat. Kebutuhan dasar permakanan logistik darurat disokong melalui dapur umum pemda yang berdiri di UPTD TPA Jatiwaringin," ujar Aam.
Aam mengatakan meski api di atas permukaan maupun di bawah tumpukan sampah TPA sudah nihil, tim gabungan masih membutuhkan dukungan pasokan air melalui mobil tangki PDAM guna menjaga kesinambungan pembasahan sisa asap di luar kawasan.
Adapun rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum dapat dieksekusi dikarenakan faktor alam, yakni belum tersedianya pertumbuhan awan potensial di atas area TPA. Tim Gabungan (Damkar, Manggala Agni, PMI, TNI/POLRI) tetap bersiaga penuh dalam mempercepat pembasahan total.
"BNPB bersama otoritas terkait memastikan bahwa seluruh rangkaian kabut asap maupun aktivitas pemadaman udara di TPA Jatiwaringin sama sekali tidak mengganggu atau menghambat aktivitas lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," pungkasnya.
(Nadya Kurnia)










