Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz, Kapal Melintas Tanpa Izin Bakal Ditembak
IDXChannel - Iran kembali menutup Selat Hormuz mulai Minggu (12/7/2026) setelah menyerang sebuah kapal yang melintas di jalur yang tak diizinkan. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut dan memicu ketegangan baru dengan Amerika Serikat (AS).
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan tersebut dilakukan usai membahayakan keamanan maritim karena kapal mematikan sistem pelacaknya. Serangan tersebut menjadi peringatan bagi kapal-kapal lain yang melintasi Selat Hormuz lewat jalur yang "tidak sah".
"Sebuah kapal yang membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistemnya telah dihantam dan dihentikan," kata IRGC dalam pernyataan resmi dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026)
IRGC juga mengungkapkan, sejumlah kapal berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diizinkan serta mengabaikan peringatan untuk mengubah haluan. Menurut IRGC, penutupan selat akan tetap diberlakukan hingga tidak ada lagi campur tangan AS di kawasan tersebut.
"Setiap tindakan agresi terhadap Iran akan dibalas dengan respons keras dan pangkalan musuh baru di kawasan akan menjadi sasaran," ujarnya.
Di sisi lain, militer AS mengumumkan telah melancarkan gelombang baru serangan terhadap Iran setelah Teheran dituding menyerang kapal kontainer berbendera Siprus, M/V GFS Galaxy, yang sedang melintas di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi yang diarahkan Presiden Donald Trump tersebut merupakan gelombang ketiga dalam sepekan.
"Amerika Serikat memberikan konsekuensi besar dengan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang melintas bebas di selat," kata CENTCOM.
Sebelumnya, pejabat senior AS menyatakan Washington menuntut Iran menyatakan secara terbuka akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta menjamin seluruh jalur pelayaran tetap terbuka tanpa pungutan biaya.
Trump pada Jumat (10/7/2026) mengatakan AS dan Iran sepakat melanjutkan perundingan meski ketegangan meningkat dalam sepekan terakhir. Pada saat yang sama, dia juga menyatakan gencatan senjata telah berakhir.
Sementara itu, sumber senior Iran kepada Reuters mengatakan Iran, AS, Qatar, dan Pakistan telah menyepakati pembicaraan yang difasilitasi mediator. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi juga bertemu Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi untuk membahas mekanisme pelayaran yang aman di Selat Hormuz. Kantor berita pemerintah Oman menyebut pembicaraan akan dilanjutkan pada tingkat teknis dan politik.
Oman saat ini menjadi mediator dalam upaya mengakhiri perang yang mengguncang kawasan Teluk sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari. Sebelum konflik memanas, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz. Blokade efektif Iran terhadap jalur tersebut kini mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi global.
(Rahmat Fiansyah)










