AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

Terkini | inews | Minggu, 12 Juli 2026 - 10:29
share

TEHERAN, iNews.id - Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada Minggu (12/7/2026) dini hari setelah sebuah kapal kontainer diserang di Selat Hormuz hingga terbakar dan memaksa seluruh awaknya meninggalkan kapal. Sebagai balasan, Iran dilaporkan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar Bahrain, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), seperti dilansir dari AP, kapal kontainer berbendera Siprus itu mengalami kerusakan parah di ruang mesin akibat serangan Iran. Seorang awak sipil dilaporkan hilang.

Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut kapal tersebut berlayar di dekat pesisir Oman, jalur yang selama ini digunakan kapal-kapal untuk menghindari perairan teritorial Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan serangan terhadap Iran merupakan respons atas tindakan Teheran.

"Iran telah mengambil keputusan yang keliru. Kini mereka harus menerima konsekuensinya," tulis Hegseth melalui media sosial.

Tak lama setelah serangan AS, ledakan terdengar di wilayah Qatar dan Uni Emirat Arab. Otoritas Qatar mengaktifkan peringatan rudal, sementara militernya mengklaim berhasil mencegat proyektil yang ditembakkan Iran. Peringatan serupa juga dikeluarkan Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Teluk Persia.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim sejumlah kapal telah mengabaikan peringatan untuk mengikuti jalur pelayaran yang ditetapkan. Menurut mereka, salah satu kapal terkena tembakan peringatan hingga akhirnya berhenti.

Iran juga mengumumkan Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut serta mengancam akan menyerang pangkalan musuh lainnya di kawasan jika kembali diserang.

Media pemerintah Iran melaporkan serangan AS menyasar Bandar Abbas, Sirik dan sejumlah lokasi lain di sepanjang pesisir Selat Hormuz. Hingga kini, pemerintah Iran belum mengungkap jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Eskalasi terbaru ini terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran dan Oman menggelar pembicaraan mengenai Selat Hormuz. Oman menyatakan kedua negara sepakat melanjutkan dialog di tingkat teknis dan politik, tetapi Iran belum memberikan komitmen untuk kembali membuka jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu tuntutan Washington.

Topik Menarik