Kurangi Kepadatan Penumpang, KAI Akan Kembangkan 3 Peron di Stasiun Bogor

Kurangi Kepadatan Penumpang, KAI Akan Kembangkan 3 Peron di Stasiun Bogor

Terkini | idxchannel | Minggu, 12 Juli 2026 - 19:14
share

IDXChannel—PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengembangkan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mengurangi kepadatan, memperlancar alur naik turun, dan meningkatkan kenyamanan. Terutama pada jam sibuk. 

"Sepanjang Semester I 2026, Bogor Line melayani 78.077.679 pelanggan. Dengan periode pelayanan selama 181 hari, lintas tersebut melayani rata-rata sekitar 431.368 pelanggan per hari," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, besaran volume pelanggan menjadikan peningkatan kapasitas sebagai kebutuhan penting. Penguatan layanan diarahkan agar pelanggan memperoleh ruang perjalanan yang lebih memadai, alur yang lebih tertata di peron, serta pelayanan yang semakin andal dalam aktivitas sehari-hari.

"Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan," tuturnya.

Dia menerangkan, kebutuhan tersebut terlihat pula dari tingginya aktivitas di Stasiun Bogor. Selama Januari–Juni 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri atas 9.371.057 gate in dan 9.080.405 gate out. Rata-rata aktivitasnya mencapai sekitar 101.942 pergerakan pelanggan per hari.

Untuk merespons tingginya aktivitas tersebut, KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar dapat mendukung pengoperasian rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta atau SF12. 

Sebelumnya, jalur tersebut secara maksimal melayani rangkaian SF10. Pengembangan ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan kedatangan dan keberangkatan KRL SF12 di Stasiun Bogor.

Peron jalur 6, 7, dan 8 telah melalui uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, sarana KRL SF12, serta pola operasi sebelum fasilitas digunakan dalam pelayanan pelanggan.

Uji bersama tersebut melanjutkan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Seluruh hasil pengujian menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan pada tahap akhir pekerjaan.

"Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan," katanya.

Pengembangan tersebut mencakup perpanjangan jalur dan peron, pekerjaan struktur dan arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, serta fasilitas pendukung. 

Kanopi peron atau overcapping juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu KRL dalam kondisi panas maupun hujan.

Penguatan prasarana di Stasiun Bogor berjalan seiring pembaruan sarana KRL Commuter Line Jabodetabek. Program pengadaan mencakup 27 rangkaian baru atau 324 kereta, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT INKA (Persero).

Berdasarkan pembaruan internal terakhir, sebanyak 18 dari 27 rangkaian baru atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 7 rangkaian produksi INKA. Sembilan rangkaian produksi INKA lainnya melanjutkan tahapan sesuai progres masing-masing sebelum digunakan dalam pelayanan.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik