Bapanas Sebut Realisasi Penyaluran Beras SPHP 2026 Tembus 55 Persen, Sesuai Target
IDXChannel – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan realisasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2026 telah mencapai lebih dari 55 persen dari target yang ditetapkan. Bapanas menilai pelaksanaan program tersebut masih berjalan sesuai rencana.
Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan, program SPHP tahun ini menargetkan penyaluran sekitar 828 ribu ton beras kepada masyarakat.
"Kita punya program beras SPHP tahun 2026 ini dengan target sekitar 828 ribu ton yang akan disalurkan ke masyarakat dan sampai hari ini realisasi kita sudah mencapai lebih 55 persen. Artinya kalau sekarang sudah di tengah tahun, ini on the track," ujar Maino dalam keterangan resmi, Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan data Bapanas, realisasi penjualan beras SPHP sejak Maret hingga 12 Juli 2026 mencapai 457,82 ribu ton atau 55,29 persen dari target. Jika ditambah realisasi penyaluran pada Januari–Februari 2026 sebesar 221,05 ribu ton, maka total realisasi sejak awal tahun hingga pekan kedua Juli mencapai sekitar 678,87 ribu ton.
Capaian tersebut meningkat sekitar 274 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Sebagai perbandingan, realisasi penyaluran beras SPHP hingga 9 Juli 2025 tercatat sebesar 181,17 ribu ton.
Maino mengatakan pemerintah terus memperluas jaringan distribusi agar penyaluran beras SPHP dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, tidak hanya melalui pasar, tetapi juga melalui berbagai saluran distribusi lainnya.
"Pertama kita gelontorkan beras SPHP sebanyak 828 ribu ton ditargetkan. Kita punya outlet-outlet penyaluran SPHP cukup banyak. Ada di sembilan titik. Artinya pelaksanaannya harus lebih masif, langsung penetrasi ke masyarakat, tidak di pasar saja, agar bisa langsung ke kantong-kantong masyarakat, misalnya melalui Gerakan Pangan Murah," katanya.
Bapanas juga menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan harga pangan mulai dari tingkat petani hingga konsumen.
"Memang ini hulu hilir sama-sama tersenyum. Artinya hari ini petani senang karena harganya baik, bahkan beberapa harga di tingkat petani sudah Rp7.500 atau ada yang Rp8.000. Satu sisi petani happy, petani senang, tapi satu sisi juga kita harus jaga agar konsumen juga menerima harga dengan harga wajar," ujar Maino.
Selain penyaluran SPHP, pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras mulai Juli hingga September 2026. Program tersebut menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan.
"Nanti bulan Juli, Agustus, September ada bantuan pangan tahap kedua berupa beras 10 kilogram untuk sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat," kata Maino.
Menurutnya, penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.
(Shifa Nurhaliza Putri)










