Modifikasi Cuaca Terus Dimaksimalkan Tangani Karhutla di Riau
IDXChannel - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan dimaksimalkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau. Hal ini menyusul adanya potensi awan hujan pada akhir Agustus nanti.
Adanya potensi awan hujan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Warjono dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama pemerintah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, Jumat (28/8/2026).
"Kita bersyukur potensi awan hujan di Riau ini masih ada. Di Kalteng, di Kalbar sulit sekali, tapi kita ada potensi di (Riau) tanggal 30, 31 dan tanggal 1, dan itu bisa akan meliputi seluruh Riau,” kata Menhut Raja Juli Antoni.
Menyusul hal tersebut, dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB dan BMKG agar setiap potensi awan hujan dapat dimanfaatkan untuk OMC.
“Saya sudah sepakati dengan Kepala BNPB dan BMKG, sekecil apapun potensi awan hujan yang bisa kita maksimumkan, kita maksimumkan,” ujarnya.
Menurutnya, hujan menjadi faktor penting dalam upaya penanganan Karhutla. Karena itu, potensi awan hujan yang tersedia perlu dimanfaatkan untuk membantu tim di lapangan.
“Karena kita tahu yang paling efektif untuk memadamkan karhutla ini hujan. Sementara water bombing maupun pasukan darat itu adalah pilihan kedua dan ketiga,” tuturnya
Di sisi lain, dia juga meminta dukungan operasional agar pelaksanaan OMC tidak terkendala. Ia meminta agar pihak Bandara di Riau tetap beroperasi saat malam hari bila awan hujan berada di malam hari.
“Artinya jangan sampai di beberapa tempat kemudian pesawat nggak bisa terbang, mohon dipastikan di Riau untuk kebutuhan OMC agar Airport kita tetap dibuka meskipun misalnya nanti sampai jam 21.00 bisa OMC,” tuturnya.
Menhut menegaskan potensi awan hujan yang tersedia harus dimaksimalkan untuk membantu penanganan Karhutla. “Terutama tanggal 1 kita hajar habis-habisan,” kata dia.
(kunthi fahmar sandy)









