WIKA Beton Kenalkan Inovasi Hunian Tahan Gempa, Dukung Program Tiga Juta Rumah
IDXChannel - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton menghadirkan inovasi karya anak negeri dalam Danantara Housing Expo 2026. Inovasi bangunan ini dirancang dengan fitur memiliki ketahanan menghadapi gempa, ramah lingkungan, serta bisa menjadi rumah tumbuh.
Director of Engineering and Production WIKA Beton, Verly Widiantoro menjelaskan inovasi yang digunakan untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah ini dinamakan WHOME. Inovasi ini merupakan pengembangan riset kolaboratif yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Kami memberikan dukungan agar Program Tiga Juta Rumah ini bisa terwujud. Dengan membangun secara masif, maka salah satu tantangannya adalah kecepatan. Inovasi WHOME ini mencoba menjawabnya," kata Verly dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan WHOME terletak pada proses pembangunannya yang menggunakan konsep modular precast. Komponen rumah diproduksi terlebih dahulu di pabrik, kemudian dikirim ke lokasi dan dirakit seperti menyusun lego.
Dengan metode tersebut, WIKA Beton telah melakukan dua kali uji lapangan dan dapat menyelesaikan struktur rumah dalam waktu sekitar dua hari, sedangkan keseluruhan rumah hingga all furnished dapat diselesaikan sekitar 10 hari.
Selain kecepatan, WHOME juga dirancang memiliki ketahanan terhadap gempa. Pengembangan fitur tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan BRIN sehingga melibatkan riset dan tenaga ahli eksternal.
Mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), tingkat keamanan struktur WHOME telah teruji sebagai rumah tahan gempa yang memenuhi standar Kategori Desain Seismik (KDS) D dari Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung.
Fitur lain yang ditawarkan adalah penggunaan material yang lebih ramah lingkungan. WIKA Beton memanfaatkan sejumlah material sisa industri, seperti fly ash dari limbah batu bara dan slag dari limbah besi, yang kemudian diolah menjadi bagian dari material bangunan.
Penggunaan material tersebut ditujukan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memanfaatkan limbah industri.
"Jadi kami memanfaatkan barang-barang limbah, sehingga itu fitur green-nya," ujarnya.
Timnas Indonesia Ogah Lawan Klub di Uji Coba Pramusim, Erick Thohir: Lawannya Wajib Tim Nasional!
Keunggulan tersebut, lanjut Verly, tidak hanya diuji melalui rumah contoh yang dibangun dalam gelaran Danantara Housing Expo. Teknologi bangunan WIKA Beton juga telah digunakan dalam pembangunan rumah di Aceh Tamiang.
Proyek tersebut memiliki tantangan berupa keterbatasan akses kendaraan, tempat tinggal pekerja hingga kebutuhan air, sehingga metode pembangunan yang cepat menjadi penting.
Untuk mendukung proyek dengan kondisi khusus seperti Aceh Tamiang, WIKA Beton dapat menggunakan konsep mobile plant, yakni fasilitas produksi yang disiapkan lebih dekat dengan lokasi proyek. Verly mengatakan, untuk pembangunan di Tamiang, kapasitas produksi bahkan dapat mencapai sekitar lima ribu rumah dalam satu bulan.
"Dengan segala keterbatasan, kami bisa secara cepat, kami bangun rumah di sana," katanya.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan tantangan pemenuhan hunian tidak hanya soal menyediakan pasokan rumah, tetapi juga menghadirkan akses yang lebih mudah dan skema pembiayaan yang ramah bagi masyarakat, khususnya pembeli rumah pertama.
Guna menyederhanakan proses kepemilikan rumah, Danantara menyinergikan ekosistem BUMN properti, Himbara, dan pengembang swasta dengan menghadirkan kemudahan seperti DP mulai 1 persen hingga tenor panjang.
“Melalui pameran ini, kami berupaya menghadirkan pasokan terbaik dengan harga terjangkau, skema pembiayaan yang kompetitif, dan yang paling penting adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mewujudkan rumah impiannya,” kata Rosan.
(NIA DEVIYANA)










