BMKG Lapor Kebutuhan Anggaran 2027 Masih Kurang Rp2,12 Triliun

BMKG Lapor Kebutuhan Anggaran 2027 Masih Kurang Rp2,12 Triliun

Terkini | idxchannel | Selasa, 1 September 2026 - 17:24
share

IDXChannel—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa kebutuhan anggaran 2027 masih mengalami kekurangan sebesar Rp2,12 triliun. Laporan tersebut disampaikan saat rapat bersama Komisi V DPR, Selasa (1/9/2026).

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, kebutuhan anggaran berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) totalnya sebesar Rp4,64 triliun. Namun, pagu yang ditetapkan sebesar Rp2,52 triliun.

"Terdapat backlog Rp 2,12 triliun," kata Faisal dalam laporannya.

Dia menjelaskan, kekurangan tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional, dukungan manajemen, serta kegiatan non-operasional program meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG).

Meski begitu, BMKG mengaku tetap memprioritaskan penguatan infrastruktur dan peralatan untuk menjaga kualitas informasi cuaca, iklim, dan geofisika, termasuk sistem peringatan dini di tengah keterbatasan tersebut.

"Untuk pagu 2027 sebesar Rp 2,52 triliun akan kami optimalkan untuk menjaga operasional, memperkuat infrastruktur MKG, memelihara peralatan operasional, dan meningkatkan kualitas informasi dan peringatan dini," ujarnya.

Menurut Faisal, salah satu yang disiapkan adalah penguatan infrastruktur melalui program Strengthening Climate and Weather Services Capacity Phase 2.

Program tersebut mendapat alokasi Rp204 miliar melalui pinjaman luar negeri. Anggarannya antara lain untuk pembangunan infrastruktur radar, pengamatan kelautan, satelit, serta sistem peringatan dini banjir pesisir.

BMKG juga akan membangun empat radar baru pada 2027. Tiga radar C-Band direncanakan berada di Bali, Aceh, dan Padang, sedangkan satu radar maritim X-Band akan dibangun di Manado.

Selain membangun infrastruktur baru, BMKG akan menjaga peralatan yang sudah beroperasi. Pemeliharaan dilakukan terhadap 314 unit alat utama MKG di pusat dan 1.914 unit di daerah.

Penguatan layanan juga dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. BMKG menargetkan 2.370 peserta mengikuti Sekolah Lapang Gempa Bumi pada 2027 di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia.

Sekolah Lapang Iklim juga akan dilanjutkan untuk memperkuat pemanfaatan informasi iklim oleh masyarakat. Sementara bagi nelayan, BMKG menjalankan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan informasi cuaca maritim.

Teuku Faisal berharap dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan anggaran dapat diberikan agar kesinambungan layanan BMKG kepada masyarakat tetap terjaga.

"Dukungan terhadap pemenuhan backlog anggaran tahun 2027 sangat kami harapkan untuk menjamin kesinambungan dan kualitas layanan MKG kepada masyarakat," pungkasnya.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik