Jumlah Penumpang Angkutan Umum Nataru Capai 14,95 Juta Orang, Naik 6,57 Persen

Jumlah Penumpang Angkutan Umum Nataru Capai 14,95 Juta Orang, Naik 6,57 Persen

Terkini | inews | Kamis, 1 Januari 2026 - 16:29
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan akumulasi pergerakan penumpang angkutan umum sejak H-7 (18 Desember 2025) hingga H+5 Natal (30 Desember 2025) masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mencapai 14.951.649 orang. Jumlah itu naik 6,57 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 14.029.327 orang.

"Jumlah pergerakan masyarakat yang menggunakan angkutan umum pada masa libur Nataru kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebanyak 6,57 persen," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta, dikutip Kamis (1/1/2026).

Dia memerinci jumlah itu terdiri penumpang kereta api 5.380.544 orang, angkutan laut 1.244.308 orang, angkutan penyeberangan 2.578.163 orang, angkutan udara 3.496.901 orang, dan angkutan darat 2.251.733 orang.

Menurut Dudy, kenaikan jumlah penumpang angkutan umum menjadi salah satu indikator kebijakan stimulus penurunan atau diskon tarif transportasi yang diamanahkan oleh Presiden Prabowo dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

“Ke depan kami sangat berharap jumlahnya bisa terus bertambah sampai berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026,” ungkapnya.

Dudy juga menyatakan penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 hingga saat ini berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Meski demikian, ada hal penting yang tetap perlu menjadi perhatian, khususnya terkait aspek keselamatan.

"Kami menyesalkan terjadinya sejumlah insiden kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa beberapa waktu lalu. Kami berupaya mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari dan harapannya masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan selamat, aman, dan lancar," ucap Dudy.

Sementara itu terkait arus balik yang ke depan akan berlangsung, Dudy meminta seluruh stakeholder transportasi di semua moda untuk mempersiapkannya dengan baik. Dia menginstruksikan jajarannya memetakan titik-titik rawan kepadatan dan memperkuat kesiapan pelayanan di simpul-simpul transportasi, seperti terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.

"Untuk angkutan umum, kami mendorong kesiapan cadangan armada dan penambahan petugas sesuai kebutuhan di lapangan. Adapun untuk angkutan jalan, kami bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way secara situasional," tutur dia.

Dudy mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan ke kota asal di luar prediksi waktu puncak jika memungkinkan. 

"Selalu pantau informasi terkait arus lalu lintas dan cuaca melalui kanal resmi yang tersedia. Khusus bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, selalu patuhi aturan lalu lintas dan ikuti arahan petugas di lapangan," kata dia.

Topik Menarik