1 Desa di Lamongan Terendam Banjir selama Sebulan, Warga Terpaksa Gunakan Perahu

1 Desa di Lamongan Terendam Banjir selama Sebulan, Warga Terpaksa Gunakan Perahu

Nasional | inews | Senin, 12 Januari 2026 - 10:13
share

LAMONGAN, iNews.id - Banjir merendam sejumlah desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Bahkan, satu desa dilaporkan terendam banjir selama satu bulan penuh hingga membuat transportasi darat lumpuh dan warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas.

Hingga kini, banjir masih menggenangi desa-desa di lima kecamatan, yakni Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah dan Kecamatan Deket. Kondisi terparah akibat banjir ini di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah. Desa ini berada di antara aliran anak Sungai Bengawan Solo dan ribuan hektare area tambak.

Di Desa Bojoasri, akses jalan utama sepanjang sekitar dua kilometer terendam banjir. Ketinggian air bervariasi mulai dari 80 sentimeter hingga mencapai 1 meter.

Warga yang nekat melintasi jalan tersebut terpaksa harus mendorong sepeda motornya. Mesin kendaraan kerap mogok akibat terendam air banjir.

Selain itu, jalan yang biasanya dilalui kendaraan roda dua dan roda empat kini sudah tidak terlihat. Bahkan, jalur tersebut saat ini hanya bisa dilalui menggunakan transportasi perahu.

Meski banjir tak surut dengan ketinggian air cukup tinggi, warga tetap nekat melintas. Hal ini karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat setempat, termasuk para pelajar.

Selain merendam jalan utama, banjir juga menggenangi berbagai fasilitas umum. Sejumlah gedung sekolah, tempat ibadah, hingga ratusan rumah warga ikut terdampak.

Salah satu warga Makin mengatakan, banjir yang disebabkan luapan Sungai Bengawan Njero ini telah berlangsung selama satu bulan. Namun, warga mengaku hingga saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah.

"Di sini sudah sebulan banjir belum surut. Ketinggian sekitar 30 sentimeter, belum ada bantuan," ujarnya, Senin (12/1/2026).

Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya bantuan logistik, khususnya bahan makanan dan obat-obatan. Warga mengaku sejak banjir Lamongan sebulan tak surut melanda, belum ada bantuan yang mereka terima dari pihak terkait.

Topik Menarik